BANDUNG, JPMN – Pasar Kreatif Bandung 2024, yang digelar di lima mal besar di kota ini, telah berhasil menembus omzet sebesar Rp8,7 miliar. Capaian ini diraih berkat partisipasi aktif para pelaku usaha yang memamerkan produk unggulan mereka.
Omzet tersebut diprediksi masih akan meningkat karena acara ini masih berlangsung di Festival Citylink hingga hari ini, Minggu 21 Juli 2024.
Ronny A. Nurudin, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, mengungkapkan bahwa total omzet sementara yang tercatat adalah Rp8.741.090.170.
Berikut ini adalah rincian omzet dari masing-masing lokasi Pasar Kreatif Bandung:
- Kings Shopping Center (7 – 16 Juni 2024)
Dengan 30 pelaku usaha, acara ini berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp398.825.462. - Trans Studio Mall (14 – 23 Juni 2024)
Menghadirkan 42 pelaku usaha, lokasi ini mencatatkan omzet tertinggi yaitu Rp2.852.815.351. - Paris Van Java (21 – 30 Juni 2024)
Dihadiri oleh 54 pelaku usaha, lokasi ini berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp2.242.293.800. - Cihampelas Walk (28 Juni – 7 Juli 2024)
Dengan 51 pelaku usaha, omzet yang dicapai adalah Rp1.082.712.551. - 23 Paskal Shopping Center (5 – 14 Juli 2024)
Lokasi ini diikuti oleh 46 pelaku usaha dan mencatatkan omzet sebesar Rp2.164.443.006.
Penjabat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung, Linda Nurani Hapsah, menambahkan bahwa produk UMKM Kota Bandung memiliki kualitas yang sangat baik dan dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
“Kita bisa lihat berbagai produk menampilkan produk unggulan masing-masing. Kita harap produk ini terus meningkatkan kreativitas juga kualitas yang mampu berdaya saing,” ujarnya.
Pasar Kreatif Bandung 2024 tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga menjadi platform bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk mereka ke pasar yang lebih luas.
Dengan beragam produk yang ditampilkan, mulai dari fashion, kerajinan tangan, hingga kuliner, acara ini berhasil menarik minat banyak pengunjung.
Acara ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka, sehingga dapat memperkuat posisi Kota Bandung sebagai salah satu pusat kreativitas dan inovasi di Indonesia.











