Jakarta, JPMN – Direktur Utama Perum Bulog, Wahyu Suparyono, memastikan bahwa stok beras cadangan pemerintah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan 2025. Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR yang membahas program kerja anggaran tahun 2025.
Dalam paparannya, Wahyu mengungkapkan bahwa hingga akhir Februari 2025, Bulog memiliki cadangan beras sebesar 1,947 juta ton. Stok tersebut tersebar di berbagai lumbung padi di daerah produsen yang menjadi penopang kebutuhan nasional.
“Secara umum, komoditas beras cadangan pemerintah saat ini mencapai 1,947 juta ton. Stok terbesar berada di Jawa Timur dengan 458.156 ton, diikuti oleh Jakarta-Banten dengan 322.909 ton, serta Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat sebanyak 233.296 ton,” ujar Wahyu dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi IV DPR pada Selasa (4/2/2025).
Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa Bulog menjalankan tugas pengadaan gabah dan beras dalam negeri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan stok cadangan pangan nasional.
Selain itu, Wahyu juga menyinggung adanya penugasan dari pemerintah dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional. “Kami mendapatkan penugasan sebagai tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden melalui surat nomor 24 tanggal 24, yang mengamanatkan pengadaan 3 juta ton beras dalam negeri setara beras,” tambahnya.
Dengan stok yang tersedia serta langkah strategis yang dilakukan oleh Bulog, pemerintah optimistis dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama menjelang Ramadan 2025, di mana permintaan beras cenderung meningkat.












