SUBANG, JPMN – Kabupaten Subang tidak hanya dikenal sebagai kota penghasil nanas berkualitas, tetapi kini juga menjadi tempat lahirnya inovator muda yang peduli lingkungan. Prestasi membanggakan baru saja ditorehkan oleh tim pelajar dari SMPIT As-Syifa yang berhasil menembus jajaran 5 Besar dalam ajang bergengsi Subang Innovation Festival (SIF) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang.
Prestasi prestisius ini diraih berkat terobosan kreatif mereka: Deterjen Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Nanas. Inovasi ini tidak hanya menawarkan solusi kebersihan yang efektif, tetapi juga mengangkat kearifan lokal Subang dan menjawab tantangan global terkait pencemaran air akibat limbah deterjen kimiawi.
Dalam proses risetnya, para siswa SMPIT As-Syifa menemukan bahwa enzim bromelain dan kandungan asam alami yang terdapat pada nanas memiliki daya bersih yang kuat untuk mengangkat noda dan kotoran membandel pada pakaian. Dengan formulasi yang tepat, ekstrak buah kebanggaan Subang ini disulap menjadi sabun cuci yang minim busa sintetis, lembut di tangan, dan yang terpenting: limbahnya sangat aman bagi ekosistem air.
”Kami ingin membuktikan bahwa dari potensi lokal Kabupaten Subang, kita bisa menciptakan produk bernilai guna tinggi yang berwawasan lingkungan (eco-friendly). Masuk ke dalam jajaran 5 besar SIF 2026 adalah sebuah kejutan sekaligus pembuktian bahwa ide anak muda bisa berdampak besar bagi daerah,” ungkap perwakilan tim peneliti muda SMPIT As-Syifa.
Ajang Subang Innovation Festival (SIF) 2026 yang digagas Bapperida Subang sendiri merupakan etalase tertinggi bagi para inovator dari berbagai kalangan (pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum) untuk unjuk gigi memamerkan karya yang mampu memajukan daerah. Menembus 5 besar di ajang ini tentu bukan hal yang mudah, mengingat tim SMPIT As-Syifa harus bersaing ketat dengan puluhan hingga ratusan inovasi unggulan lainnya melalui proses penjurian yang sangat rigid.
Keberhasilan ini turut diapresiasi oleh pihak sekolah. Pencapaian di ajang SIF 2026 ini selaras dengan visi SMPIT As-Syifa yang tidak hanya berfokus pada keunggulan akademis dan karakter islami, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang analitis, inovatif, dan mampu memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.
Ke depannya, tim inovator SMPIT As-Syifa berharap deterjen ekstrak nanas ini tidak hanya berhenti sebagai purwarupa (prototype) perlombaan, melainkan bisa melalui uji klinis lebih lanjut agar dapat diproduksi secara massal. Jika terwujud, inovasi ini berpotensi besar menjadi produk sirkular ekonomi baru yang memberdayakan para petani nanas lokal, sekaligus menjaga kelestarian sungai-sungai di Subang dari limbah domestik.
Langkah brilian dari siswa-siswi SMPIT As-Syifa ini menjadi bukti nyata; di tangan generasi muda yang kreatif, kearifan lokal bisa bertransformasi menjadi inovasi masa depan. [RFH]












