Presiden Prabowo: Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang, Bukti Perekonomian RI Tangguh

oleh
oleh
Presiden Prabowo Subianto ketika memimpin rapat terbatas melalui vidcon dari Amerika Serikat, Selasa (12/11/2024) malam. (Foto: tangkap layar Sekretariat Presiden)

Jakarta, JPMN – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Indonesia yang tidak pernah gagal bayar utang (default) sepanjang sejarahnya. Pernyataan ini disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024 yang berlangsung di Jakarta, Jumat (29/11/2024).

“Sejak saya Menteri Pertahanan, kita disegani. Kenapa? Karena kita adalah negara besar yang sudah membangun dan terkenal tidak pernah default,” ujar Presiden. Ia juga menyoroti kondisi global yang menunjukkan banyak negara mengalami default hingga berkali-kali, bahkan mencapai 10 hingga 13 kali.

Penyebab Utama Gagal Bayar

Presiden menjelaskan salah satu faktor utama yang menyebabkan negara-negara lain gagal bayar utang adalah tingginya tingkat inflasi. Ia mencontohkan bahwa bahkan negara-negara maju dengan industri dan teknologi canggih mengalami inflasi yang melampaui 60 persen.

Meskipun posisi utang pemerintah Indonesia terus meningkat, termasuk hingga mencapai Rp8.500 triliun pada Oktober 2024, Presiden memastikan bahwa kondisi tersebut masih terkendali.

Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas kekuatan ekonomi Indonesia di tengah ketidakstabilan ekonomi global. “Ini bukan untuk euforia, bukan untuk lengah, tetapi justru untuk semakin berhati-hati,” tegasnya.

Ia menambahkan, situasi geopolitik dunia yang masih penuh ketidakpastian memerlukan perhatian dan kehati-hatian dari semua pihak. Beberapa perkembangan positif di tingkat global, seperti gencatan senjata di Lebanon dan potensi terobosan baru dalam konflik di Gaza, memberikan harapan stabilitas lebih lanjut.

Optimisme dan Harapan

Presiden juga menyoroti kemungkinan adanya perubahan signifikan di masa depan, terutama setelah pemilu Presiden Amerika Serikat yang baru. Menurut para pengamat, situasi ini dapat membuka peluang untuk terobosan yang positif, baik di Ukraina maupun di Timur Tengah.

Sebagai penutup, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menjaga posisi Indonesia yang kuat, baik dari sisi ekonomi maupun politik. Ketahanan ini menjadi kunci bagi Indonesia untuk terus bertahan di tengah dinamika global yang tak menentu.

Dengan landasan ekonomi yang stabil dan semangat kehati-hatian, Indonesia optimis dapat terus melangkah maju, menjadi teladan di kancah internasional sebagai negara yang tangguh dan terpercaya.

No More Posts Available.

No more pages to load.