BANDUNG, JPMN – Kafein merupakan zat kimia yang dapat menstimulasi sistem saraf pusat dan secara alami terdapat pada beberapa tanaman, seperti tanaman kopi. Fungsi kafein pada tanaman ini adalah sebagai herbisida dan penghalau serangga.
Selain itu, kafein juga dapat diproduksi secara sintetis. Konsumsi kafein dalam jumlah terbatas diketahui dapat meningkatkan kewaspadaan dan membuat tubuh lebih segar. Namun, tidak semua orang menyukai kopi karena rasanya yang pahit meskipun sudah ditambah gula dan susu.
Jangan khawatir, terdapat beberapa makanan dan minuman lain yang juga mengandung kafein. Apa saja itu? Berikut penjelasannya.
1. Teh
Teh juga merupakan sumber kafein yang cukup populer. Beberapa jenis teh seperti green tea, black tea, red tea, dan matcha mengandung kafein. Namun, tidak semua teh mengandung kafein. Teh bunga dan teh dari kulit buah biasanya tidak mengandung kafein. Oleh karena itu, jika Anda membutuhkan kafein dari teh, pastikan memilih jenis teh yang mengandung kafein.
2. Cokelat
Cokelat, baik dalam bentuk minuman maupun makanan, juga mengandung kafein. Minuman cokelat yang berasal dari kakao dan cokelat yang biasa dinikmati sebagai dessert mengandung kafein meskipun kadarnya tidak sebanyak kopi. Jadi, jika Anda tidak suka kopi namun membutuhkan kafein, cokelat panas bisa menjadi alternatif yang baik.
3. Minuman Berenergi
Minuman berenergi dikenal dapat meningkatkan energi dan kewaspadaan karena mengandung kafein dalam jumlah tertentu. Kadar kafein dalam minuman berenergi bervariasi antara 50 hingga 505 mg. Untuk mengetahui jumlah kafein dalam minuman ini, Anda bisa melihat label pada kemasan minuman tersebut.
4. Minuman Bersoda
Beberapa minuman bersoda mengandung kafein karena menggunakan ekstrak biji kola sebagai bahan perasa. Jumlah kafein dalam minuman soda berbeda-beda, sehingga penting untuk membaca label pada kemasan untuk mengetahui kandungan kafein dalam minuman tersebut.
5. Kopi Decaf
Meskipun sebagian besar kafeinnya telah dihilangkan, kopi decaf masih memiliki sedikit kandungan kafein, sekitar 2 mg per sajian. Kopi decaf bisa menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang sensitif terhadap kafein atau ingin mengurangi asupan kafein karena alasan kesehatan.
6. Kombucha
Kombucha adalah minuman kaya probiotik yang terbuat dari teh hitam, hijau, atau putih yang difermentasi. Minuman ini mengandung sedikit kafein, sekitar 10 hingga 15 mg per porsi 8 ons, sekitar sepertiga dari jumlah kafein dalam teh hitam yang diseduh.
7. Makanan Rasa Cokelat
Semua makanan dan minuman yang mengandung cokelat atau perasa cokelat juga mengandung kafein dalam jumlah tertentu. Misalnya, satu sajian minuman instan cokelat panas mengandung sekitar 25 mg kafein.
8. Makanan Berbahan Kopi
Makanan yang mengandung kopi, seperti tiramisu, es krim rasa kopi, dan produk berbahan kopi lainnya, juga mengandung kafein. Jumlah kafein dalam makanan ini bervariasi tergantung pada seberapa banyak biji kopi yang digunakan dalam resep.
9. Snack Bars
Beberapa snack bar yang ada di pasaran mengandung kafein karena produsen sering menambahkan cokelat atau kopi sebagai perasa. Snack bar dengan rasa kopi biasanya memiliki kadar kafein sekitar 80 mg, sedangkan snack bar dengan rasa cokelat mengandung sekitar 3 mg kafein.
10. Permen Karet
Beberapa produk permen karet juga mengandung kafein. Satu potong permen karet berkafein bisa mengandung sekitar 10 hingga 100 mg kafein. Kandungan kafein dalam permen karet ini dapat membantu meningkatkan stamina tubuh dan lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan kafein dalam bentuk kapsul.
Kafein tidak hanya terdapat pada minuman kopi saja. Beberapa makanan dan minuman lain seperti cokelat, teh, minuman berenergi, minuman bersoda, makanan berbahan kopi, dan makanan rasa cokelat juga mengandung kafein dengan kadar yang bervariasi.
Jadi, bagi Anda yang membutuhkan kafein namun tidak menyukai kopi, bisa memilih salah satu makanan atau minuman di atas. Tetap jaga kesehatan dan selamat menikmati!










