BANDUNG, JPMN – Irma Nurmayanti, seorang penyanyi berusia 24 tahun, mengalami nasib tragis di tangan suaminya, Asep Saepudin alias Abang, yang berusia 23 tahun. Irma ditemukan tewas dan jasadnya dikubur di halaman belakang rumah suaminya.
Paman Irma, Ilyas Tari, mengungkapkan sosok Irma sebagai pribadi pendiam namun memiliki pergaulan luas di luar rumah. Irma telah menikah dua kali, pernikahan pertamanya menghasilkan seorang anak yang kini berusia 6 tahun, sementara pernikahan keduanya dengan Asep dilakukan secara siri sekitar setahun lalu dan belum dikaruniai anak.
Ilyas menceritakan bahwa Irma adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak kecil, Irma tinggal bersama ayahnya setelah orang tuanya bercerai ketika ia berusia sekitar empat hingga lima tahun. Sementara itu, dua kakaknya tinggal bersama ibu mereka. “Besar sama bapaknya, jadi dia tiga bersaudara kakak laki-laki sama perempuan ikut mamah, dia sama bapaknya. Soalnya pisah (orang tua Irma) waktu dia empat sampai lima tahun. Anak bungsu. Cuma lebih deketnya ke sini, main ke sini,” kata Ilyas.
Irma dan suami sirinya, Asep, diketahui sering terlibat dalam percekcokan. Namun, Ilyas tidak mengetahui apa penyebab perselisihan tersebut. Terakhir kali Ilyas berkomunikasi dengan Irma adalah ketika Irma meminta dijemput setelah pulang kerja. Namun, Irma kemudian mengabari bahwa ia akan dijemput oleh suami sirinya itu. Setelah itu, Irma hilang kontak selama beberapa bulan.
Pada akhirnya, Irma ditemukan tewas dibunuh oleh suami sirinya dan tiga rekannya. Jasadnya dikubur di halaman belakang rumah suaminya di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Polisi berhasil mengungkap kasus ini dan menangkap Asep beserta tiga orang rekan yang membantu dalam aksi pembunuhan tersebut.
Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo menjelaskan bahwa polisi berhasil menangkap para pelaku hanya sehari setelah kasus pembunuhan ini dilaporkan pada tanggal 30 Juli 2024. “Polresta Bandung berhasil mengungkap kasus pembunuhan. Di mana peristiwa pembunuhan ini dilaporkan pada tanggal 30 Juli 2024 dan bisa tertangkap keempat-empat pelakunya pada tanggal 31 Juli 2024 hanya berselang satu hari,” ujar Kusworo.
Polisi juga mengungkap peran ketiga tersangka lainnya yang membantu Asep dalam membunuh Irma. “Tiga tersangka ini posisinya adalah melakukan memegang tangan dan kaki dan membungkam korban pada saat tersangka (Asep) melakukan, menggorok korban dengan menggunakan golok ini,” jelas Kusworo.
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada kematian. Irma Nurmayanti, seorang penyanyi berbakat, harus kehilangan nyawanya di tangan orang yang seharusnya melindunginya.












