BANDUNG, JPMN – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6.2 mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu, 27 April 2024, sekitar pukul 23.29 WIB. Getaran gempa ini juga dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah Bandung.
Data yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa tersebut terjadi dengan kekuatan yang cukup signifikan.
Wilayah Jawa Barat secara keseluruhan merasakan getaran gempa ini, termasuk Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Pangandaran.
Pasca-gempa, berbagai laporan kerusakan bangunan mulai masuk. Salah satunya adalah satu unit tempat ibadah di Kabupaten Sukabumi yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius. Di Kabupaten Bandung, lima unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, bersama dengan satu bangunan Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang juga terkena dampaknya.
Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah yang paling terpukul, dengan 17 unit rumah dan satu bangunan Faskes dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa ini. Kabupaten Tasikmalaya juga tak luput dari dampak, dengan tujuh unit rumah, satu bangunan Faskes, dan satu bangunan tempat ibadah juga mengalami kerusakan serupa.
Di Kabupaten Ciamis, delapan unit rumah juga dilaporkan mengalami kerusakan. Satu rumah di Cihaurbeuti, Ciamis, bahkan alami kerusakan cukup parah sebagai akibat langsung dari gempa tersebut.
Selain itu, laporan juga datang dari Kabupaten Sumedang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Bandung Barat, di mana beberapa bangunan Faskes dan rumah-rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Kota Cimahi juga tidak luput dari dampak, dengan satu bangunan pendidikan, tepatnya ruang kelas di SMPN 11 Cimahi, dilaporkan ambruk akibat getaran gempa.
Di Kabupaten Pangandaran dan Kota Tasikmalaya, beberapa unit rumah dan bangunan Faskes juga turut mengalami kerusakan, menambah daftar kerugian akibat gempa bumi ini.










