BANDUNG, JPMN – Pada Rabu, 18 September 2024, gempa bumi dengan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Bandung pada pukul 09.41 WIB. Akibatnya, 11 perjalanan kereta api di wilayah DAOP 2 harus mengalami berhenti luar biasa (BLB) demi memastikan keselamatan perjalanan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan langkah ini sebagai upaya preventif untuk memeriksa kondisi struktur jalan rel yang mungkin terdampak oleh gempa.
Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh petugas KAI, perjalanan kereta kembali dilanjutkan pada pukul 10.32 WIB. “Kereta berhenti luar biasa di stasiun terdekat, ada 11 kereta yang terdampak, baik itu KA lokal, KA Papandayan, dan Feeder,” jelas Ayep Hanapi, Manajer Humas DAOP 2 Bandung, pada Kamis, 19 September 2024.
Keputusan untuk menghentikan kereta sementara ini diambil sebagai tindakan kehati-hatian untuk memastikan bahwa tidak ada pergeseran atau kerusakan pada jalur rel yang dapat membahayakan perjalanan. “Tidak ada pergeseran atau kerusakan, semua petugas turun langsung ke jalur rel untuk memastikan bahwa strukturnya aman,” lanjut Ayep.
PT KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas keterlambatan yang terjadi akibat pemeriksaan ini. “Kami memohon maaf kepada para penumpang karena kereta sempat tertahan untuk memastikan jalur yang dilalui aman,” tutup Ayep.
Langkah cepat yang dilakukan oleh PT KAI ini menunjukkan komitmennya dalam menjaga keselamatan penumpang, terutama dalam situasi darurat seperti gempa bumi. Dengan pemeriksaan yang teliti, PT KAI memastikan bahwa perjalanan kereta dapat dilanjutkan tanpa risiko yang membahayakan.
Sumber: Pikiran Rakyat












