BANDUNG, JPMN – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung telah mengungkap kronologi dan penyebab mogoknya Kereta Api (KA) Siliwangi jurusan Cipatat-Cianjur-Sukabumi. Kejadian ini sempat viral di media sosial karena para penumpang turun ke warung warga sekitar lokasi kejadian, mirip seperti sedang beristirahat di rest area.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi, menjelaskan bahwa video yang viral adalah kejadian yang berlangsung pada Sabtu, 31 Agustus 2024.
Ayep menyebutkan bahwa KA Siliwangi berhenti di KM 74+2, tepatnya di petak jalan antara Stasiun Cibeber dan Stasiun Lampegan, Kecamatan Cibeber, Cianjur. Penyebab utama berhentinya kereta ini adalah gangguan pada mesin lokomotif. Meski sempat mogok, pada hari yang sama kereta kembali beroperasi setelah lokomotif bantuan dikirim dari Stasiun Sukabumi.
Saat ini, perjalanan KA Siliwangi dengan enam kali jadwal keberangkatan per hari telah kembali normal. Namun, Ayep tetap menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas gangguan perjalanan yang terjadi.
Kronologi mogoknya KA Siliwangi dimulai ketika kereta tersebut berangkat dari Stasiun Cipatat menuju Stasiun Sukabumi. Dengan membawa enam kereta ekonomi dan satu Kereta Makan Power (KMP), kereta ini mengangkut sekitar 200 penumpang. Dalam perjalanan, KA Siliwangi berhenti di wilayah Cianjur akibat gangguan lokomotif, sehingga terhenti selama lebih dari dua jam. Setelah lokomotif pengganti tiba, pemeriksaan dilakukan, dan perjalanan dilanjutkan sekitar pukul 17.00 WIB.
Ayep menegaskan bahwa video yang beredar bukanlah kejadian baru, melainkan dari hari Sabtu, 31 Agustus 2024. Saat ini, enam perjalanan KA Siliwangi berjalan normal tanpa gangguan.
PT KAI Daop 2 Bandung mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan perjalanan KA Siliwangi akibat gangguan teknis pada lokomotif.










