JAKARTA, JPMN – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berkomitmen mendorong inovasi dalam negeri melalui optimalisasi pengadaan pemerintah. Upaya ini dilakukan dengan menampilkan produk-produk inovasi di e-katalog dan meningkatkan volume transaksi pembelian untuk mendukung kemandirian industri nasional serta perekonomian dalam negeri.
Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, menyampaikan dalam Forum Diskusi Nasional Optimasi Pasar Produk Riset dan Inovasi pada Pengadaan Pemerintah di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Jumat (1/11/2024), bahwa BRIN berperan aktif di seluruh tahapan riset dan inovasi. Mulai dari penyediaan inventor dan teknologi, hingga mendorong pemanfaatan produk inovasi di berbagai sektor, baik internal BRIN, sektor publik, maupun swasta.
Hendrian mengungkapkan harapannya agar dukungan lintas sektor dari kementerian dan lembaga semakin kuat untuk lebih memprioritaskan produk-produk hasil riset dan inovasi dalam negeri dalam setiap pengadaan pemerintah. “Melalui forum ini, pemerintah pusat diharapkan dapat mengoptimalkan pengembangan sumber daya industri nasional, mulai dari pemanfaatan teknologi berbasis riset hingga memperluas pasar produk nasional, termasuk di luar negeri, serta melindungi industri lokal,” jelasnya.
Sebagai kontribusi dalam upaya substitusi impor, BRIN telah menampilkan 146 produk inovasi dalam Katalog Elektronik Sektoral Inovasi pada periode 2023-2024, dengan total transaksi pembelian produk inovasi di sektor pemerintah mencapai Rp118 miliar. BRIN mencatat bahwa melalui e-katalog, sekitar 9,4 juta produk telah berkontribusi pada peningkatan penggunaan produk dalam negeri sebesar 1,13 persen. Selain itu, langkah ini juga mendukung penyerapan tenaga kerja nasional hingga mencapai 2,93 juta pekerja pada tahun 2023.
Hendrian menegaskan bahwa BRIN akan melanjutkan amanah untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor melalui riset dan inovasi, memperluas kontribusi dalam E-Katalog Pengadaan Pemerintah, dan menyelaraskan hasil riset dengan kebutuhan nasional melalui kerja sama dengan berbagai mitra industri.
“Kami terus mendorong kementerian serta lembaga terkait untuk memanfaatkan produk riset dalam negeri, terutama dalam setiap pengadaan pemerintah,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektoral yang telah terbentuk dalam mendukung pengadaan produk riset dan inovasi nasional.
Forum diskusi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan produk inovasi nasional serta memperkuat gerakan ‘Bangga Buatan Indonesia’. Acara ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan baru yang fokus pada substitusi impor dan optimalisasi pasar produk riset dalam pengadaan pemerintah, sejalan dengan visi kemandirian industri nasional.












