JAKARTA, JPMN – PT Jasa Marga memprediksi puncak arus balik Lebaran tahun 2024 akan terjadi pada H+4 Hari Raya Idulfitri atau pada Senin, 15 April 2024. Diperkirakan jumlah kendaraan yang melintasi empat gerbang tol utama akan mencapai 296 ribu kendaraan.
Menurut Faiza Riani, Kepala Departemen Pemasaran dan Komunikasi Jasa Marga, saat ini terjadi peningkatan jumlah kendaraan dari Trans Jawa menuju Jakarta. Namun, peningkatan ini diperkirakan akan lebih signifikan pada Senin.
Faiza juga menyebutkan bahwa volume lalu lintas kendaraan per jam dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB dari arah timur Trans Jawa dan Bandung di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama mencapai 102 ribu kendaraan. Angka ini meningkat sebesar 168 persen dari volume lalu lintas normal.
“Kepadatan kendaraan ini disebabkan oleh banyaknya warga yang berkendara dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta. Fenomena ini terjadi akibat pemberlakuan sistem one way yang bertemu dengan dua arus jalan dari Tol Trans Jawa dengan Tol Cipularang di KM 67 Tol Jakarta-Cikampek,” jelas Faiza.
Faiza juga mengimbau masyarakat yang memiliki fleksibilitas waktu untuk menunda kepulangan ke Jakarta guna menghindari penumpukan lalu lintas. Selain itu, pemudik juga diingatkan untuk selalu berhati-hati dan menjaga kondisi kesehatan, mengingat masih terdapat kasus kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 2024.
Salah satu faktor pemicu kecelakaan adalah “microsleep”, di mana pengemudi tiba-tiba tertidur sejenak saat mengemudi. Fenomena “microsleep” ini telah menjadi perhatian serius setelah serangkaian kecelakaan arus mudik yang disebabkan oleh pengemudi mengantuk. Kecelakaan maut yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM 58 pada Senin, 8 April 2024, mengakibatkan 12 orang meninggal dunia, dengan korban berasal dari mobil Daihatsu Gran Max.
Selain itu, pada Minggu, 7 April 2024, sebuah truk tangki pengangkut minyak sawit terguling di Jalan Raya Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, yang mengakibatkan tiga orang tewas dalam kecelakaan tersebut.
Mengingat kondisi mengantuk saat berkendara sering dikaitkan dengan fenomena “microsleep”, perlu adanya kesadaran dan kewaspadaan ekstra dari pengemudi. Fenomena ini bisa terjadi dalam hitungan detik, bahkan dalam situasi yang seharusnya membutuhkan kewaspadaan penuh, seperti saat mengemudi.
Oleh karena itu, seluruh pemudik diimbau untuk memastikan diri dalam kondisi fit dan segar saat mengemudi, serta mematuhi semua rambu-rambu lalu lintas dan aturan keselamatan berkendara. Semoga dengan kesadaran dan kewaspadaan bersama, arus balik Lebaran tahun 2024 dapat berjalan dengan aman dan lancar.










