ACEH BARAT, JPMN – Seluruh etnis Rohingya yang tinggal di tenda pengungsian depan kantor Bupati Aceh Barat melarikan diri pada Sabtu dini hari. Kejadian ini diduga terjadi antara pukul 03.00 hingga 05.00 WIB. Hilangnya seluruh pengungsi ini pertama kali diketahui saat petugas melakukan pengecekan sebelum apel pagi.
Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Satpol PP Aceh Barat, Arsil, menyatakan bahwa sebanyak 27 orang etnis Rohingya melarikan diri. Mereka meninggalkan semua perlengkapan seperti alas tidur, selimut, serta pakaian di dalam tenda.
“Etnis Rohingya yang ditampung di kantor bupati ini sudah beberapa kali mencoba melarikan diri. Sehari sebelumnya, ada 16 orang yang juga kabur dari lokasi pengungsian sementara,” ujar Arsil.
Kasus kaburnya pengungsi Rohingya ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, 75 etnis Rohingya ditempatkan di kompleks kantor bupati Aceh Barat setelah kapal mereka terbalik pada Maret 2024 lalu. Namun, seluruh pencari suaka tersebut kini memilih untuk melarikan diri dari tenda pengungsian.
Kejadian ini menambah panjang daftar insiden pelarian para pengungsi Rohingya dari tempat penampungan di Indonesia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan dan nasib mereka selanjutnya, mengingat kondisi mereka yang rentan dan tidak memiliki tempat tujuan yang pasti. Pihak berwenang di Aceh Barat saat ini tengah melakukan pencarian dan koordinasi untuk menemukan para pengungsi yang melarikan diri tersebut.
Situasi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan lembaga kemanusiaan yang menangani pengungsi di Indonesia. Diperlukan langkah-langkah yang lebih efektif untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan para pengungsi, sekaligus mencari solusi jangka panjang untuk masalah yang mereka hadapi.










