Mang Eep : Praktik Kotor KPU Dan Bawaslu Provinsi Jabar Mirip Dengan Gaya Politik ORBA

oleh
oleh
oppo_2

Subang, JPMN – Calon anggota legislatif dari Partai Nasdem untuk DPR RI, Nomor Urut 1 Dapil Jabar IX Subang – Majalengka – Sumedang, Eep Hidayat mengungkapkan temuan dugaan kecurangan pemilu yang terjadi di KPU Kabupaten Majalengka, KPU Kabupaten Sumedang, dan KPU Provinsi Jawa Barat.

Eep Hidayat mengklaim bahwa telah terjadi malpraktik pergeseran suara yang signifikan, dimana perolehan suara Partai Nasdem dialihkan ke Caleg DPR RI Nomor Urut 5 Ujang Bey. Temuan ini didasarkan pada data perolehan suara yang disahkan oleh KPU.

“Contohnya, di Kabupaten Majalengka, bedasarkan data yang diperoleh dan telah dilegalisir menemukan bahwa sejumlah besar suara Partai Nasdem telah dialihkan ke caleg no urut 5 saudara Ujang Bey mencapai 3127 suara. Akibatnya, suara Ujang Bey meningkat dari 9631 menjadi 12.758 suara” Ungkapnya Kepada JPMN Ahad, 2 Juni 2024.

Lalu pada pleno KPU Provinsi Jawa Barat ada kejadian yang cukup mengejutkan tentang hasil pleno KPU Kabupaten Sumedang yang dituangkan dalam model D-Hasil Kab/Kota DPR RI, suara Partai Nasdem yang semula itu 5849 suara, mendadak berubah menjadi 1844 suara. “Jadi hilang 4.015 suara, ternyata yang 4.015 suara ini masuk ke perolehan suara pribadi Ujang Bey. Sehingga, yang tadinya suara Ujang Bey di Sumedang sebanyak 10.658 bertambah 14.673 suara. Nah disini baru Mang Eep jadi kalah. Total perolehan suara Ujang Bey dari tiga kabupaten menjadi 31.546 suara, sementara Mang Eep 30.743, jadi kalah 803 suara,” jelasnya.

Eep Hidayat telah melaporkan kasus ini kepada Mahkamah Partai DPP Partai Nasdem sebagai sengketa internal partai. Namun, belum ada keputusan resmi dari Mahkamah Partai hingga saat ini.

Eep Hidayat menegaskan “Bahwa praktik pergeseran suara dalam pemilu merupakan pelanggaran serius di dalam Partai Nasdem, dengan sanksi yang keras seperti tidak diizinkannya pelantikan dan pemecatan sesuai aturan internal partai, jelas praktik seperti ini merupakan cara – cara ORBA, saya siap dipecat dan mundur sebagai Ketua DPD Nasdem Kabupaten Subang apabila data – data yang saya pegang ini dianggap hoax atau tidak benar” tegasnya [Hz]