Pengertian tentang Arus Laut dan Penjelasan Ilmiah dalam Al-Quran, Surah Al-Furqan (25:53)

oleh
oleh

Artikel, JPMN – Dalam Surah Al-Furqan ayat 53, Allah berfirman: “Dan Dialah yang membiarkan dua lautan mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” Ayat ini menggambarkan fenomena dua lautan yang tidak bercampur meskipun berada bersebelahan. Ini merupakan salah satu isyarat ilmiah dalam Al-Quran yang telah dibuktikan melalui penemuan ilmiah modern.

Penjelasan ilmiah mengenai ayat ini dapat dihubungkan dengan fenomena halocline, yaitu perbedaan konsentrasi garam antara dua jenis air yang membuatnya tidak bercampur. Fenomena ini terjadi ketika air laut dan air tawar bertemu, namun tidak menyatu karena perbedaan densitas, suhu, dan kandungan garam. Fenomena ini dapat dilihat pada beberapa lokasi di dunia, seperti di Selat Gibraltar, di mana Laut Atlantik dan Laut Mediterania bertemu, namun tetap terpisah secara fisik.

Ilmu kelautan modern juga menjelaskan adanya arus laut yang kuat yang menjaga perbedaan karakteristik antara air laut dan air tawar meskipun berada dalam satu wilayah. Arus ini, bersama dengan perbedaan suhu dan salinitas, menciptakan batas alami yang menjaga kedua perairan ini tetap terpisah, meskipun mereka tampak bersentuhan.

Kesimpulannya, penjelasan Al-Quran tentang fenomena lautan yang tidak bercampur dalam Surah Al-Furqan sejalan dengan penemuan ilmiah modern tentang arus laut dan halocline. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan dalam Al-Quran melampaui pemahaman manusia pada masanya, memberikan bukti lebih lanjut tentang harmoni antara ajaran agama dan sains kontemporer.