Menkominfo Budi Arie Didesak Mundur Pasca Serangan Malware ke PDN

oleh
oleh

JAKARTA, JPMN – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi didesak mundur dari jabatannya setelah Pusat Data Nasional Sementara (PDNS 2) lumpuh akibat diretas oleh malware Ransomware LockBit 3.0. Serangan siber ini berdampak signifikan terhadap ratusan instansi dan layanan publik di Indonesia, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan pemerintahan.

Menanggapi desakan tersebut, Ketua Relawan Pro-Jokowi (Projo) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Imam Sofian, memberikan dukungan penuh kepada Menkominfo. Imam mencurigai adanya motif tersembunyi di balik desakan mundur Budi Arie, mengingat posisinya yang juga sebagai Ketua Umum Projo dan sedang gencar memberantas judi online. “Kami pasang badan kepada Budi Arie yang juga Ketua Umum Projo,” ujarnya, mengutip dari ANTARA.

Imam meyakini bahwa ada pihak-pihak yang merasa terganggu oleh langkah tegas Budi Arie dalam melawan judi online, sehingga muncul serangan siber dan desakan mundur. “Serangan siber ini kan momennya bersamaan dengan operasi memberantas judi online yang saat ini tengah fokus dilakukan Kemenkominfo di bawah kendali Budi Arie. Sepertinya ada pihak yang merasa kepentingannya diganggu makanya muncul serangan siber kemudian desakan mundur,” tambahnya.

Selain memberikan dukungan, Imam juga mendorong agar Budi Arie semakin gencar memberantas judi online. Dia yakin bahwa Menkominfo tidak akan meninggalkan perjuangan ini. “Saya kenal betul sama beliau (Budi Arie). Ini hal-hal yang masih dalam batas kendali. Dan saya tahu, Budi Arie enggak akan mungkin meninggalkan medan perang ini. Malah sebaliknya, hati-hati,” tegasnya.

Imam juga menekankan pentingnya peningkatan ketahanan siber Indonesia yang harus terus diperbaiki dari waktu ke waktu. Dia menyarankan adanya dukungan anggaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks. “Salah satu yang perlu, ya, dukungan anggaran, ini bisa meningkatkan kualitas sumber daya,” tuturnya.

Konteks Politik

Selain itu, Imam berpendapat bahwa isu serangan siber ini juga digunakan oleh pihak-pihak yang belum menerima kekalahan pada pemilihan presiden (pilpres) 2024. Budi Arie selaku Ketua Projo mempunyai peran vital dalam menggalang dukungan untuk pasangan Prabowo-Gibran. “Pasti (ada hubungan dengan pilpres), masih ada barisan sakit hati, mereka juga ikut memainkan isu ini. Publik sudah cerdas, sudah bisa membaca lebih dalam terkait apa yang terjadi,” ujarnya.

Petisi SAFEnet

Sebagai tanggapan atas insiden ini, SAFEnet menggagas petisi yang mendesak Menkominfo Budi Arie Setiadi mundur dari jabatannya. Petisi ini mulai dipublikasikan sejak Rabu, 26 Juni 2024, di change.org dan hingga Kamis sore, 27 Juni 2024, telah ditandatangani oleh 2.841 partisipan. Petisi ini juga di alamatkan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebagai pihak pengambil kebijakan.

“Pak Menteri, cukuplah semua kelalaian ini. Jangan jadikan data pribadi kami sebagai tumbal ketidakmampuan Anda. Mundurlah!” tulis SAFEnet dalam petisinya.

Insiden peretasan yang menimpa Pusat Data Nasional Sementara (PDNS 2) menjadi titik krusial dalam menilai kemampuan dan tanggung jawab Menkominfo Budi Arie Setiadi.

Desakan mundur yang dihadapinya mencerminkan dinamika politik dan kepentingan yang kompleks, sementara dukungan dari pihak-pihak yang mengenal dan mempercayai ketegasannya memberikan perspektif berbeda dalam menyikapi situasi ini.

Terlepas dari berbagai polemik yang muncul, penting bagi semua pihak untuk bersatu dan fokus dalam meningkatkan ketahanan siber nasional demi kepentingan bersama.

No More Posts Available.

No more pages to load.