SUBANG, JPMN – Sebuah tragedi besar melanda Desa Tanjung, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, ketika kebakaran melanda pasar mereka. Pada Kamis malam, sekitar pukul 21.00 WIB, api mengamuk menghanguskan ratusan kios di pasar tersebut.
Dalam pantauan detikJabar di lokasi kejadian, petugas gabungan dan warga berjuang keras memadamkan sisa-sisa api yang masih menyala di beberapa toko, sementara pedagang sibuk menyelamatkan barang dagangan yang masih dapat diselamatkan.
Kepala Desa Tanjung, Sunaryo, menyatakan bahwa kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu kios belakang Pasar Cipunagara, sekitar pukul 20.00 WIB. “Api berasal dari atap salah satu kios dan kemungkinan besar karena korsleting listrik. Kerugian akibat kebakaran ini amat besar, mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sunaryo mengungkapkan bahwa mayoritas kios yang terbakar adalah kios penjual pakaian yang mudah terbakar. Diperkirakan sekitar 120 hingga 150 kios telah menjadi korban kebakaran ini.
Meskipun belum ada korban jiwa dilaporkan, namun kerugian materiil yang ditimbulkan sangat besar. Pasar Desa Tanjung, Cipunagara, yang merupakan salah satu aset penting bagi masyarakat setempat, sebagian besar telah hancur dalam peristiwa tragis ini.
Pihak pemadam kebakaran dari Subang menghadapi kendala serius dalam menangani kebakaran ini, terutama terkait dengan sumber air untuk memadamkan api. Namun, dengan kesigapan dan kerja keras, akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB.
Doni Suparman, Kasie Ops Damkar Subang, menyatakan, “Tidak ada korban jiwa atas peristiwa kebakaran ini, namun, kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah mengingat banyaknya kios yang terbakar.”
Kini, proses pemulihan dan rekonstruksi pasar yang hangus terbakar menjadi prioritas utama bagi pemerintah setempat dan masyarakat. Semoga peristiwa tragis ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya keselamatan dan kehati-hatian dalam menjaga keamanan tempat usaha.










