Jabar Punya Pabrik Baterai Mobil Listrik, Pertama dan Terbesar di RI

oleh
oleh
Jabar Punya Pabrik Baterai Mobil Listrik Pertama di RI dan Terbesar di ASEAN /Dok. Humas Jabar

BANDUNG, JPMN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan pabrik baterai mobil listrik pertama di Indonesia pada tanggal 3 Juni 2024, menandai langkah besar bagi industri otomotif nasional.

Pabrik megah ini berlokasi di Karawang New Industry City (KNIC), Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dan menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN.

Pabrik ini merupakan milik PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, dengan investasi awal mencapai USD1,2 miliar. Luas lahan pabrik mencapai 330.000 meter persegi dan memiliki kapasitas produksi sel baterai lithium ion sebesar 10 GWH per tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan 150.000 unit baterai kendaraan listrik.

Presiden Jokowi, dalam pidatonya saat peresmian, menegaskan pentingnya langkah ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mendorong penggunaan energi terbarukan. “Hari ini saya resmikan pabrik dan ekosistem serta baterai kendaraan listrik di Indonesia,” ujar beliau.

Selain menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak investasi, kehadiran pabrik ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi ekonomi Jawa Barat.

Menurut data, pada tahun 2024, Jawa Barat telah menyumbang sebesar 148,5 persen pertumbuhan investasi nasional, dengan nilai mencapai sekitar Rp210 triliun, baik dari investasi asing (PMA) maupun domestik (PMDN).

Mobil pertama yang akan menggunakan baterai buatan lokal dari pabrik ini adalah Hyundai Kona Electric terbaru, yang diharapkan dapat membawa revolusi dalam industri otomotif Indonesia dengan harga yang terjangkau, sekitar Rp500 jutaan per unit.

Sebelum peresmian, Presiden Jokowi bersama rombongan melakukan kunjungan ke pabrik HLI Green Power, yang juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting seperti Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin.

Tur ini juga turut didampingi oleh Menteri Perdagangan Republik Korea, Inkyo Cheong, sebagai bentuk kolaborasi antarnegara dalam pengembangan industri strategis ini.

Dengan adanya peresmian pabrik baterai mobil listrik ini, Indonesia bukan hanya menegaskan komitmennya terhadap pengembangan kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang besar dalam meningkatkan kemandirian dalam industri otomotif global. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di tingkat internasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.