Desa Cibitung: Sentra Pertanian Sayur dan Peninggalan Sejarah Pasir Batu Lawang

oleh
oleh

Artikel, JPMN – Desa Cibitung, yang terletak di Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, dikenal sebagai daerah perbukitan dengan ketinggian antara 700 hingga 800 meter di atas permukaan laut. Suhu di desa ini cukup sejuk, berkisar antara 19 hingga 24 derajat Celsius, sehingga cocok untuk pertanian, khususnya sayuran seperti tomat, cabai, dan mentimun. Mayoritas penduduk Cibitung bekerja sebagai petani dan buruh tani, menjadikan desa ini salah satu penghasil sayuran terbaik di Kabupaten Subang.

Selain sebagai pusat pertanian, Cibitung juga menyimpan peninggalan bersejarah berupa sebuah gua yang disebut Pasir Batu Lawang. Gua ini diapit oleh batu besar dan menjadi salah satu daya tarik lokal yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Desa ini terdiri dari empat dusun: Cibitung, Cicalung, Citepus, dan Sukanagara, dengan luas wilayah sekitar 924 hektar.

Dengan jarak sekitar 26 km dari pusat kota kabupaten Subang dan hanya 4 km dari pusat kecamatan, Cibitung adalah desa yang asri, dikelilingi oleh hamparan perkebunan dan pesawahan. Meskipun mayoritas warga bekerja di sektor pertanian, beberapa penduduk juga berprofesi sebagai pedagang, buruh, atau peternak, menunjukkan keragaman ekonomi lokal yang menghidupi 2.935 jiwa pada tahun 2012.