,

Wisata Belum Pulih, Bantul Tak Gelar Acara Tahun Baru

oleh
oleh

JPOL-Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak akan menggelar kegiatan atraksi di lokasi wisata selama malam pergantian tahun maupun tahun baru 2023. Hal itu salah satunya disebabkan karena faktor anggaran yang dinilai tidak cukup. “Selama pandemi kan kami tidak ada atraksi. Sehingga 2022 kami belum menganggarkan dan anggarannya relatif sangat kurang, apalagi kan ada refocusing,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo kepada wartawan di Bantul, Rabu (14/12/2022).

Meski demikian, sejumlah kelompok warga seperti di kawasan Parangtritis disebut bakal menggelar acara pergantian tahun, seperti pentas musik dan atraksi. “Kemarin teman-teman di Mancingan (kawasan Parangtritis) bakal menggelar acara malam tahun baru dan tahun baru. Kemarin sudah laporan ke kantor, tapi saya pastikan bukan dangdut,” kata dia. Kunjungan pariwisata belum kembali normal Kwintarto mengatakan, kunjungan pariwisata ke Bantul belum kembali normal seperti sebelum pandemi. Secara spesifik, ia menyebutkan persentase kunjungannya baru mencapai sekitar 90 persen. Adapun mengenai capaian pendapatan asli daerah (PAD), Kwintarto mengakui sulit untuk mencapai target Rp 32 Miliar pada tahun 2022. Sebab, hingga saat ini masih diangka Rp 27 miliar.

Selain karena faktor kunjungan wisata yang belum pulih, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga memengaruhi pengambilan keputusan masyarakat untuk berwisata. “Pariwisata jadi enggak prioritas karena ada kebutuhan lain yang lebih prioritas bisa jadi orang-orang memilih menunda berwisata,” kata Kwintarto. Padahal, sebelum pengumuman kenaikan harga BBM, angka kunjungan wisata Bantul juga sudah menurun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com