BANDUNG, JPMN – Warga Bandung, Arifin, menjadi korban penipuan terkait pembelian kartu perdana melalui toko online di e-commerce Lazada. Arifin menceritakan pengalamannya saat mencari nomor kartu perdana unik yang dijual di platform tersebut. Ia menemukan nomor yang dianggapnya menarik di sebuah toko online di Lazada dan memutuskan untuk membelinya.
Namun, setelah transaksi selesai, Arifin mendapati bahwa nomor kartu perdana yang dibelinya tidak terdaftar. Aktivasi kartu tersebut gagal dilakukan berulang kali.
“Saya mencari nomor kartu perdana yang bagus karena ada promosi di salah satu e-commerce. Terdapat beberapa pilihan, bahkan ada yang harganya di atas 100 ribu dengan promo 10 angka. Setelah memesan dan menerima kartu, terdapat instruksi untuk menunggu 7 hari untuk aktivasi, dan saat saya cek, nomor tersebut ternyata tidak terdaftar,” ungkap Arifin seperti yang dikutip dari acara ON AIR di Radio PRFM, Selasa 13 Agustus 2024 malam.
Merasa curiga, Arifin kemudian mengecek testimoni dari pembeli lain di toko online tersebut dan menemukan bahwa sebanyak 12 orang lainnya juga mengalami penipuan dengan modus serupa. “Biasanya, nomor yang aktif akan terdeteksi, tetapi ternyata ini adalah penipuan. Komentar-komentar dari pembeli lain juga menunjukkan bahwa mereka menerima nomor yang sama,” lanjutnya.
Arifin menilai dirinya langsung percaya pada e-commerce Lazada karena reputasinya yang baik. Ia mengingatkan warga lainnya untuk berhati-hati saat membeli nomor kartu perdana di toko online, meskipun platform tersebut merupakan mitra e-commerce besar.
“Sebelumnya, saya tidak merasa curiga karena sudah biasa melakukan transaksi. Namun, ketika terjadi masalah, ternyata toko tersebut memang menipu,” jelas Arifin.
Akibat penipuan ini, Arifin mengalami kerugian sebesar Rp46 ribu. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi pelajaran bagi konsumen lainnya untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi online.
Sumber: PRFMNews











