BERITA, JPMN – Skandal Burning Sun adalah salah satu peristiwa paling menghebohkan dalam sejarah industri hiburan Korea Selatan. Tidak hanya mengguncang K-Pop, tetapi juga mengungkap sisi gelap di balik gemerlap dunia hiburan. Kasus ini melibatkan berbagai tindak kejahatan seperti penyalahgunaan narkoba, kekerasan, pelecehan seksual, hingga dugaan keterlibatan aparat kepolisian.

Skandal ini bermula dari sebuah klub malam bernama Burning Sun, yang terletak di kawasan elite Gangnam, Seoul. Klub ini sangat populer di kalangan selebriti dan sosialita Korea Selatan. Salah satu pemiliknya adalah Seungri, mantan anggota boyband terkenal Big Bang, yang namanya menjadi pusat perhatian dalam kasus ini.
Kasus ini mulai mencuat pada Januari 2019 setelah seorang pria bernama Kim Sang-kyo melaporkan bahwa dirinya dipukuli oleh staf keamanan Burning Sun saat berusaha membantu seorang wanita yang diduga dilecehkan. Rekaman CCTV insiden ini menyebar di media sosial, memicu kehebohan. Dari sinilah terbongkar kasus yang jauh lebih besar, yang melibatkan sejumlah tokoh penting dan selebriti Korea.
Investigasi kemudian menemukan bahwa Burning Sun bukan hanya tempat hiburan biasa. Klub ini menjadi tempat terjadinya pelecehan seksual yang terencana, di mana para korban wanita dilaporkan diberi obat-obatan sebelum dilecehkan. Fakta ini menimbulkan kengerian publik.

Salah satu temuan yang paling mengejutkan adalah adanya grup obrolan di KakaoTalk yang diisi oleh sejumlah selebriti pria, termasuk Seungri, Jung Joon-young, dan Choi Jong-hoon. Di dalam grup tersebut, mereka berbagi video dan foto vulgar perempuan tanpa persetujuan korban. Perilaku ini memicu kemarahan besar dari publik karena memperlihatkan perlakuan tidak hormat terhadap perempuan.
Selain pelecehan seksual, skandal Burning Sun juga memperlihatkan masalah serius penyalahgunaan narkoba di kalangan selebriti dan sosialita. Laporan menunjukkan bahwa narkoba diedarkan secara bebas di klub tersebut. Bahkan, beberapa petugas kepolisian diduga terlibat dalam upaya menutupi aktivitas ilegal di Burning Sun, memperparah situasi.
Salah satu aspek yang paling disorot adalah bagaimana sejumlah aparat yang seharusnya melindungi warga justru diduga terlibat dalam melindungi kegiatan kriminal di klub tersebut. Hal ini memicu pertanyaan tentang integritas kepolisian Korea Selatan dalam menangani kasus-kasus besar semacam ini.










