BANDUNG, JPMN – Tidak jauh dari Balai Kota Cirebon, sebuah monumen bersejarah berdiri megah dengan kokohnya sejarah yang membentang hingga zaman kolonial Hindia Belanda. Stasiun Kereta Api Kejaksan, atau yang lebih dikenal sebagai Stasiun Cirebon, merupakan salah satu saksi bisu dari masa lalu yang masih berdiri tegak hingga kini.
Berlokasi di Jalan Raya Siliwangi, Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, stasiun ini telah menjadi saksi perjalanan panjang sejarah perkeretaapian di Indonesia. Terletak tak jauh dari Balai Kota Cirebon, stasiun ini bukan sekadar tempat transit bagi para penumpang, tetapi juga sebuah monumen bersejarah yang menarik untuk dijelajahi.
Stasiun Kejaksan, yang telah beroperasi sejak zaman Hindia Belanda, menjadi salah satu stasiun tertua yang masih berdiri kokoh hingga hari ini. Didirikan pada tahun 1912, Stasiun Kejaksan juga menjadi saksi dari perjalanan panjang kereta api di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Salah satu hal yang membuat Stasiun Kejaksan begitu istimewa adalah keberadaan lokomotif kereta uap bersejarah yang masih dapat ditemui di sana. Lokomotif yang bertuliskan B1304 ini merupakan satu-satunya yang tersisa di Indonesia dari 11 unit yang didatangkan langsung dari Pabrik Hanomag Jerman pada tahun 1887. Dengan usia yang telah mencapai lebih dari seratus tahun, lokomotif ini tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin melihat keajaiban teknologi masa lalu.
Menurut Putra Lingga Pamungkas, seorang pegiat sejarah dari Komunitas Cirebon History, lokomotif ini pada awalnya digunakan untuk mengangkut barang dan penumpang di wilayah Cirebon. Meskipun usianya sudah tua, lokomotif ini tetap dirawat dengan baik oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memastikan keberlangsungan eksistensinya.
Selain menjadi tempat bersejarah, Stasiun Kejaksan juga memiliki keunikan arsitektur yang memikat. Dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Pieter Adri-aan Jacobus Moojen dengan gaya arsitektur Art Deco, bangunan stasiun ini memancarkan pesona yang memikat bagi para pengunjungnya. Dengan struktur bangunan yang simetris dan kokoh, Stasiun Kejaksan juga menjadi bukti kejayaan arsitektur kolonial Belanda di Indonesia.
Tidak hanya sebagai tempat transit, Stasiun Kejaksan juga memiliki peran penting dalam sejarah ekonomi Indonesia. Pada masa kolonial, stasiun ini menjadi pusat distribusi sumber daya alam dari Cirebon dan sekitarnya, seperti gula, rempah-rempah, dan kopi. Barang-barang tersebut diangkut melalui jalur kereta api menuju pelabuhan untuk diekspor ke Belanda dan negara-negara Eropa.
Dengan segala keunikan dan sejarahnya, Stasiun Kejaksan tetap menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah yang patut untuk dikunjungi. Bagi para penggemar sejarah dan pecinta arsitektur, stasiun ini menyimpan beragam cerita menarik yang siap untuk dijelajahi. Sebuah perjalanan melintasi lorong waktu yang membawa kita kembali ke masa lalu yang penuh warna.










