Sejarah Bumi Palestina: Kronologi yang Penuh Gejolak dan Perebutan Kekuasaan

oleh
oleh

Artikel, JPMN – Palestina adalah wilayah yang istimewa dalam sejarah umat manusia, khususnya bagi agama-agama samawi. Di dalamnya terdapat Masjid al-Aqsha, yang merupakan salah satu tempat suci bagi umat Islam, serta menjadi saksi perjalanan spiritual Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Selain itu, negeri ini juga merupakan tempat tinggal dan persinggahan para nabi, seperti Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan banyak lagi. Sejarah panjang Palestina mencerminkan konflik dan perubahan kekuasaan yang terjadi selama ribuan tahun. Berikut adalah kronologi penting di bumi Palestina dari masa lalu hingga abad ke-21.

Awal Mula Peradaban Palestina

Pada sekitar 3.000 SM, setelah Banjir Besar yang terjadi di masa Nabi Nuh AS, bangsa Kanaan pertama kali menetap di wilayah Palestina. Sementara itu, pada 2000–1500 SM, sejarah Palestina berkaitan erat dengan Nabi Ibrahim AS, yang memiliki dua putra, Ismail dan Ishak. Dari Ismail, lahir bangsa Arab, sedangkan dari Ishak, lahir bangsa Israil melalui putranya, Yaqub AS.

Pada periode 1550–1200 SM, bangsa Israil mengalami perbudakan di Mesir di bawah kekuasaan Firaun. Selama 1200–1100 SM, Nabi Musa AS memimpin mereka keluar dari Mesir menuju tanah yang dijanjikan, tetapi bangsa Israil menolak memasuki Palestina.

Periode Kerajaan dan Perpecahan

Sekitar 1000 SM, bangsa Israil berhasil mengalahkan Goliath (Jalut) dari Filistin di bawah kepemimpinan Nabi Daud AS. Kerajaan Israil mencapai puncaknya, dengan wilayah kekuasaannya meluas hingga ke Sungai Nil dan Eufrat. Namun, setelah masa pemerintahan putranya, Nabi Sulaiman AS, kerajaan tersebut terpecah menjadi dua: Israel di utara dan Yehuda di selatan.

Pada 800–600 SM, kerajaan Israel dihancurkan oleh Asyiria akibat penyimpangan mereka dari ajaran tauhid. Sementara itu, kerajaan Yehuda dihancurkan oleh Nebukhadnezzar II dari Babilonia pada 600–500 SM. Bangsa Israil kemudian diusir dari Yerusalem dan ditawan di Babilonia.

Penaklukan oleh Bangsa Asing

Bangsa Israel kembali ke Yerusalem pada 500–400 SM setelah Babilonia ditaklukkan oleh Cyrus dari Persia. Namun, pada 330–322 SM, wilayah tersebut diduduki oleh Alexander Agung dari Macedonia. Bahasa Yunani mulai digunakan secara luas, termasuk dalam penulisan Bibel.

Pada abad pertama Masehi, Nabi Isa AS berdakwah di Palestina. Namun, konspirasi para tokoh Yahudi mengakibatkan Nabi Isa dituduh sebagai penghasut dan akhirnya disalib oleh kekuasaan Romawi. Palestina kemudian berada di bawah kekuasaan Romawi hingga kedatangan Islam pada abad ke-7.

Peran Islam di Palestina

Pada 638 M, Palestina dibebaskan dari kekuasaan Romawi oleh Khalifah Umar Ibnu Khattab RA. Di bawah pemerintahan Islam, Palestina menjadi tempat yang damai di mana kebebasan beragama dijamin bagi semua penduduknya, baik Muslim maupun non-Muslim. Pada masa ini, Masjid al-Aqsha menjadi salah satu pusat penting bagi umat Islam.

Selama abad ke-11 hingga ke-13, Palestina dikuasai oleh Tentara Salib dari Eropa, tetapi pada 1187, Shalahuddin al-Ayyubi berhasil merebut kembali Yerusalem. Kekuasaan Islam bertahan hingga masa Dinasti Mamluk.

Modernisasi dan Konflik dengan Zionisme

Pada abad ke-19, gerakan Zionisme mulai berkembang, dengan Theodore Herzl sebagai tokoh utamanya. Pada tahun 1897, Kongres Zionis pertama di Basel, Swiss, menuntut Palestina sebagai tanah air bagi bangsa Yahudi. Ketegangan semakin meningkat pada 1917 ketika Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour yang mendukung pendirian negara Yahudi di Palestina.

Pada 1947, PBB mengusulkan pemecahan Palestina menjadi dua negara, Arab dan Israel. Konflik semakin intensif setelah pembentukan negara Israel pada 1948, yang mengakibatkan peperangan berkepanjangan antara Israel dan bangsa Arab.

Perjuangan Rakyat Palestina

Setelah berbagai konflik dan peperangan, pada 1988, bangsa Palestina mendeklarasikan kemerdekaannya dengan Yasser Arafat sebagai presiden pertama. Meskipun demikian, Israel terus menggempur wilayah Palestina, dan upaya perdamaian yang diajukan oleh PBB dan negara-negara besar lainnya masih sering diabaikan.

Sejarah Palestina hingga saat ini adalah sejarah perjuangan yang panjang dan penuh gejolak. Dari penaklukan oleh bangsa-bangsa besar hingga konflik modern, Palestina terus menjadi fokus perhatian dunia internasional. Persoalan Palestina bukan hanya sekadar konflik nasional, melainkan juga terkait dengan hak asasi manusia dan keadilan yang masih diperjuangkan hingga sekarang.