ProJo Fokus Kongres, Panel Barus Nilai Narasi Akun Fufufafa sebagai Upaya Politik Pecah Belah

oleh
oleh
Gibran Rakabuming Raka | Foto ANTARA/Aris Wasita

JAKARTA, JPMN – Bendahara Umum DPP ProJo, Panel Barus, menilai bahwa narasi yang berkembang terkait akun Fufufafa di media sosial X sebagai bentuk politik belah bambu atau pecah belah.

Akun tersebut disebut-sebut telah mencoba memecah belah hubungan antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka.

Ketika ditanya oleh awak media mengenai kemungkinan ProJo akan mengambil langkah hukum terhadap akun Fufufafa, Panel menyatakan bahwa saat ini ProJo lebih fokus mempersiapkan Kongres III mereka, yang akan dihadiri ribuan peserta. Menurut Panel, berbagai persiapan teknis masih harus diselesaikan menjelang kongres yang akan dilaksanakan dalam waktu sebulan.

“Kami fokus ke sana yang kami akan laksanakan sebulan lagi, banyak kesiapan-kesiapan teknis yang harus kami lakukan untuk itu,” ujar Panel setelah konferensi pers di kantor DPP ProJo di Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

Akun Fufufafa menjadi topik panas di media sosial setelah potongan gambar aktivitasnya yang mengolok-olok beberapa tokoh publik, seperti Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), beredar luas.

Bahkan, Gibran Rakabuming Raka sempat dikaitkan sebagai pengendali akun tersebut. Namun, Panel Barus menilai narasi tersebut sengaja dihembuskan untuk memecah belah hubungan antara Prabowo, Jokowi, dan Gibran.

“Sejak awal ProJo sudah bicara bahwa ada upaya politik belah bambu, kalau di awal kami bicaranya, ada upaya politik pecah belah,” tegas Panel.

Meski demikian, Panel meyakinkan bahwa upaya untuk memecah belah ini tidak akan berhasil. Menurutnya, ketiga tokoh tersebut tidak terganggu oleh narasi yang dihembuskan melalui akun Fufufafa.

“Saya sudah lihat, Pak Prabowo, Mas Gibran, dan Pak Jokowi tidak terganggu dengan yang seperti itu,” tambahnya.

Panel juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dalam politik.

“Kami menyampaikan ke masyarakat untuk tidak bingung melihat itu, mari tetap menjaga politik persatuan, karena politik persatuan ini jalan yang harus kita tempuh,” pungkas Panel.

No More Posts Available.

No more pages to load.