Artikel, JMPN – Prof. Dr. Endang Caturwati, S.S.T., M.S., adalah tokoh terkemuka di dunia seni pertunjukan Indonesia dan Guru Besar di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Sebagai lulusan program doktoral Universitas Gadjah Mada dalam Ilmu Budaya, dengan fokus pada Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, beliau telah menorehkan kontribusi besar dalam dunia seni dan pendidikan seni di Indonesia.
Prof. Endang Caturwati adalah sosok yang tak asing lagi dalam penelitian seni, terutama dalam pengembangan seni dari perspektif sosial budaya, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, dan seni industri. Dalam perjalanan karirnya, Prof. Endang aktif di berbagai komunitas seni, seperti ‘Perempuan Pendidik Seni’ dan ‘Ajang Kreativitas Seni Tradisi Indonesia’. Melalui komunitas ini, beliau berperan aktif dalam membina para guru seni dan masyarakat pelaku seni, serta menggelar berbagai pertunjukan untuk anak-anak berbakat, festival, dan pameran seni.
Sebagai akademisi dan praktisi seni, Prof. Endang Caturwati telah menghasilkan berbagai karya buku yang berkontribusi signifikan terhadap pengembangan seni pertunjukan dan seni tradisional di Indonesia. Beberapa karyanya antara lain Seni Pertunjukan Indonesia, Seni Tradisional sebagai Tumpuan Kreativitas Seni, Ronggeng di Tatar Sunda, dan Seni dalam Dilema Industri. Buku-buku ini menggambarkan betapa dalamnya pemahaman Prof. Endang terhadap seni pertunjukan dan kaitannya dengan kehidupan sosial serta industri.
Di samping karya akademiknya, Prof. Endang juga aktif dalam menciptakan karya tari yang mencerminkan keindahan dan kedalaman budaya Indonesia. Beberapa karya tarinya yang terkenal termasuk Kariaan, Kelangan, Kembang Ligar, Balebat, Drupadi, dan Patrem Sang Dewi Sinta. Karya-karya ini tidak hanya memperkaya khazanah seni tari Indonesia, tetapi juga menjadi medium bagi Prof. Endang untuk mengekspresikan nilai-nilai budaya yang ia junjung tinggi.
Tak hanya di bidang tari, Prof. Endang juga berkontribusi dalam dunia seni rupa. Beberapa karya seni rupa yang ia hasilkan antara lain lukisan batik Guta Tamarin Tokoh Kartini, karya foto Dayang Sumbi, Foto Tari Kelangan, dan Foto Tari Drupadi. Karya-karyanya tidak hanya dipamerkan di dalam negeri tetapi juga di luar negeri, menunjukkan bagaimana seninya mampu menembus batas-batas budaya dan negara.
Dalam tiga tahun terakhir, Prof. Endang telah terlibat dalam berbagai pameran bergengsi. Pada tahun 2017, ia ikut serta dalam “Pameran Ringkang Gumawang” di ISBI Bandung dan “Pameran Sejarah Bertajuk Visualisasi Ekspresi Pahlawan dan Tokoh Perempuan Kartini” di Galeri Nasional Jakarta. Beliau juga berpartisipasi dalam “Pameran Kain Kebaya Ibu” di Silverroad Gallery Bandung dan “Art Exhibition The Power Of Silence” yang diselenggarakan oleh Equilibrium Art Gallery & Komunitas 22 Ibu.
Kiprah internasionalnya terlihat dalam pameran seperti “Pameran Batik Guta: Pahlawan Perempuan Indonesia dalam Bingkai Kebinekaan” di MEDCO Group Jakarta, serta “Pameran Foto Seni Pertunjukan” di Aligarh Muslim University, Uttar Pradesh, dan “Pameran Foto Tari Batik Nusantara” di Indira Gandhi National Centre of the Arts, New Delhi. Pada tahun 2016, beliau menyelenggarakan “Pameran Foto Seni Tari Cinta Dayang Sumbi” di Taman Budaya Bandung, dan pada 2015, “Pameran Foto Tari Kelangan” di Gedung Sunan Ambu ISBI Bandung.
Dengan pengalaman yang begitu luas dan kontribusi yang begitu besar, Prof. Dr. Endang Caturwati adalah inspirasi bagi banyak seniman dan pendidik seni di Indonesia. Melalui dedikasinya, ia terus memajukan seni pertunjukan dan seni rupa, sekaligus menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia untuk generasi mendatang.












