Penjabat Wali Kota Bandung Ajak Warga Tingkatkan Semangat Gotong Royong

oleh
oleh
Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono buka pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXl Tingkat Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Minggu 21 Juli 2024 /Diskominfo Kota Bandung

BANDUNG, JPMN – Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, menyerukan kepada para Ketua RT dan RW di seluruh wilayah Bandung untuk menjadi pelopor dalam kegiatan gotong royong.

Tidak hanya mereka, Bambang juga menekankan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam menggerakkan semangat gotong royong di Kota Bandung.

Dalam acara pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXI Tingkat Kota Bandung yang diadakan di Balai Kota Bandung pada Minggu, 21 Juli 2024, Bambang menyampaikan pesan pentingnya meningkatkan kegiatan BBGRM.

“Hari ini kita rasakan momentum BBGRM lebih ditingkatkan lagi. Saya pesan kepada para ASN di lingkungan Pemkot Bandung, para LPM, sampai dengan level kelurahan yang beririsan dengan pimpinan RT dan RW untuk menjadi pelopor,” ujar Bambang.

Bambang juga mengajak para pimpinan kewilayahan hingga tingkat kelurahan untuk bermusyawarah dengan warga guna memaksimalkan pembangunan wilayah. Dia menekankan pentingnya semangat gotong royong yang dapat menyejahterakan masyarakat melalui konsep Someah Hade Ka Semah (ramah, bersikap baik, menjaga, menjamu, dan membahagiakan setiap orang).

“Saya mengajak kepada masyarakat juga untuk mencipakan semangat gotong royong yang bisa menyejahterakan wilayahnya dengan konsep Someah Hade Ka Semah,” tuturnya.

Menurut Bambang, pembangunan tidak hanya mencakup aspek infrastruktur saja, tetapi juga aspek sosial, agama, hingga partisipasi masyarakat. Dia menilai bahwa LPM dapat menjadi pelopor dalam pemberdayaan sosial yang hasilnya akan membantu masyarakat menghidupkan kembali budaya gotong royong.

“Dalam pembangunan itu tidak hanya infrastruktur, tapi juga sosial. Sehingga LPM bisa menjadi pelopor untuk memberdayakan secara sosial, hasilnya warga bisa mengakselerasi untuk memulihkan budaya gotong royong,” ujarnya.

Acara BBGRM ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Kota Bandung untuk memperkuat kebersamaan dan gotong royong demi mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Dengan semangat gotong royong, diharapkan masyarakat Bandung dapat lebih solid dan kompak dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.