JAKARTA, JPMN – Pada laga ketiga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia harus puas bermain imbang melawan Timnas Bahrain dengan skor 1-2. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional Bahrain pada Kamis, 10 Oktober 2024, tersebut dipenuhi momen kontroversial yang membuat banyak pihak meragukan keputusan wasit.
Di babak pertama, Timnas Bahrain memimpin terlebih dahulu melalui tendangan bebas keras dari Mohamed Marhoon di menit ke-19, yang tidak dapat diantisipasi oleh kiper Maarten Paes.
Meskipun tertinggal, Timnas Indonesia tidak menyerah. Upaya mereka membuahkan hasil ketika Ragnar Oratmangoen berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-48, mengakhiri babak pertama dengan skor imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, pelatih Shin Tae-yong melakukan beberapa perubahan strategis dengan menarik keluar pemain-pemain kunci. Eliano Reijnders masuk menggantikan Sandy Walsh, sementara Jordi Amat digantikan oleh Rizky Ridho. Marselino Ferdinan juga diturunkan di menit ke-58 untuk menambah daya serang.
Namun, meski sempat tampil menjanjikan, dominasi permainan beralih ke tangan Bahrain setelah mereka melakukan tiga pergantian pemain sekaligus pada menit ke-60.
Keputusan wasit dalam pertandingan ini menjadi sorotan, terutama setelah beberapa keputusan kontroversial yang dianggap merugikan Timnas Indonesia, termasuk satu gol yang dinyatakan sah oleh wasit meskipun banyak yang meragukan kevalidannya.
Sikap protes langsung muncul dari pihak PSSI yang mengirimkan surat protes resmi kepada AFC terkait keputusan wasit yang dianggap mempengaruhi hasil akhir pertandingan. Hal ini memicu reaksi dari netizen, yang ramai membanjiri akun media sosial wasit yang bertanggung jawab atas keputusan tersebut.
Dengan hasil ini, perjuangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 kembali menemui hambatan, meskipun mereka menunjukkan semangat dan kemampuan yang layak diperhitungkan. Ke depan, Timnas diharapkan dapat belajar dari pengalaman ini dan tampil lebih baik dalam laga-laga selanjutnya.












