SUBANG, JPMN— Sekitar seratus warga yang terdiri dari pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Karang Taruna, kader posyandu, hingga tokoh masyarakat menghadiri kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Subang Hj Evi Nur’afiah SE, Masa Persidangan III Tahun 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di Balai Musyawarah RW 12, Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang, Selasa 11 Agustus 2026.
Kedatangan warga bertujuan untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan lingkungan, mulai dari kerusakan infrastruktur lokal, tingginya harga pupuk, hingga kendala penyerapan tenaga kerja lokal di tengah pesatnya industrialisasi di Kabupaten Subang.
Salah seorang warga, Ujang Edi (49), mengeluhkan kondisi jalan pemukiman yang rusak serta tingginya beban biaya operasional pertanian akibat lonjakan harga pupuk di pasaran.
”Warga sangat mengharapkan adanya perbaikan infrastruktur jalan di gang-gang lingkungan pemukiman agar kembali memadai. Selain itu, kami para petani juga menjerit karena harga pupuk yang terus melonjak tinggi,” ujar Ujang menyampaikan aspirasinya.
Senada dengan Ujang, peserta reses lainnya, Sopyan, menyoroti ironi tingginya angka pengangguran warga lokal di tengah menjamurnya kawasan industri baru di Kabupaten Subang. Menurutnya, pencari kerja pribumi kerap terpental aturan pembatasan usia maksimal dari pihak perusahaan.
”Banyak warga usia produktif yang tergolong senior kesulitan mendapatkan pekerjaan karena terganjal aturan batas usia dari perusahaan. Bagaimana solusinya agar warga yang berusia agak tua tetap bisa bekerja? Kami mohon DPRD Subang bisa menjembatani dan membantu persoalan ini,” tegas Sopyan.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Hj. Evi Nur’afiah, S.E., memastikan seluruh masukan warga akan dicatat dan dikawal ketat melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
”Seluruh aspirasi masyarakat yang terserap hari ini akan kami tuangkan ke dalam Pokok-Pokok Pikiran dewan untuk ditindaklanjuti dalam penyusunan program pembangunan daerah ke depan,” tegas Evi.
Khusus untuk isu strategis seperti diskriminasi usia kerja dan lonjakan harga pupuk, Evi berjanji akan segera mendorong koordinasi lintas sektor bersama dinas-dinas terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta Dinas Pertanian Kabupaten Subang.
Di sisi lain, Ketua RW 12 Kelurahan Dangdeur, Ruswandi, mengapresiasi langkah wakil rakyat yang mau turun langsung menyerap aspirasi di tingkat tapak. Ia berharap dialog ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan menghasilkan realisasi program yang nyata.
”Warga sangat mengapresiasi kunjungan dan kepedulian ini. Harapan besar kami, apa yang telah disuarakan masyarakat benar-benar dikawal hingga terealisasi,” Tutup Ruswandi.[Hz]
Keluhkan Infrastruktur, Pupuk Mahal dan Syarat Usia Kerja, Warga Dangdeur Luapkan Aspirasinya di Reses Anggota DPRD Subang Hj Evi Nur’afiah SE












