Komunitas Masyarakat Peduli Anti Korupsi (KAMPAK) dalam peran sertanya sebagai Lembaga swadaya Masyarakat yang turut mengawal kebijakan pemerintah pusat dan daerah khususnya Kabupaten ubang, kembali meneriakkan Aspirasinya dalam aksi Unjuk Rasa. Aksi ini didukung oleh beberapa LSM dan ormas lain yang turut menyuarakan beberapa tuntutan untuk menuju Kabupaten Subang yang olebih baik, bersih dari Korupsi, Juur dan berani. Aksi KAMPAK yang berlangsung Senin, tanggal 23 April 2018 di depan Kantor Pemda Subang.
KAMPAK mengadakan aksi unjuk rasa ini dengan membawa beberapa misi dan visi.
“Kami sangat kecewa dan prihatin atas sikap arogansi POL PP Subang beberapa waktu lalu sehingga terjadi aksi pengeroyokan kepada salah seorang massa KAMPAK!” kata Asep Sumarna Toha di sela-sela aksi Demo.
Asep juga mengatakan, kinerja SatPol PP sangat lemah dalam menjalankan amanah rakyat. Sehingga tugasnya sebagai penegak Perda diambil alih oleh rakyat. Salah satunya pada penertiban took-toko moderna illegal yang ditutup oleh rakyat. Bukan oleh Sat Pol PP. Fungsi Sat Pol PP tidak berguna. Kampak dalam aksinya yang didukung ormas-ormas lain yang turut bergabung meneriakkan agar SAT POL PP Dibubarkan saja.
Selain tuntutan tentang Sat Pol PP, LSM KAMPAK dan ormas lainnya membawa 8 tuntutan dalam aksi demonya yaitu :
Stop perijinan took modern/waralaba dan tutup waralaba modern yang tak berizin.
Perintahkan DPMPTSP merilis perijinan toko modern illegal dan di publikasi di media massa agar diketahui publik.
Pecat ASN selingkuh.
Copot Sekda Abdurakhman dan Kepala BKPSDM Nina Herlina karena diduga terlibat fungli CPNS K2.
Copot Kades Gunungsari Otay karena kawini isteri orang.
Stop kelangkaan obat di RSUD Ciereng.
Tolak izin prinsip pembangunan perusahaan ternak sapi di kecamatan Dawuan karena sarat KKN diduga terlibat Sekda dan Kadis Peternakan.
Bongkar vila vila liar di Ciater dan stop alihfungsi lahan.
Kampak tetap mendesak dan menuntut agar Plt Bupati Subang memerintahkan Sekda abdurakhman dan Nina Herlina (Ka, BKPSDM) segera mengembalikan uang mereka (CPNS K2 asli) yang dipungli saat rekruitmrent K2 th 2013 silam. Karena kuotanya dicaplok sukwan siluman atau bodong.
“Kami juga mengucapkan terima kasih PLT Bupati Subang Bapak Ating Rusnatim, Ketua DPRD Beni Rudiono berserta SKPD Subang yang telah membangun/ mewujudkan rumah singgah untuk pasieun gakin di Bandung prihatin” Asep Sumarna Toha memberikan apresiasinya di sela-sela aksi Unras. (Jabar Publisher.co)










