Tasikmalaya, JPOL – Kasus penggelapan dana Desa sebesar 327 juta rupiah yang diduga dilakukan oleh bendahara Desa Pageralam AAR (26) menurut Direktur Bumdes Pageralam bagi saya selaku direktur BUMDES Pageralam Rangga Winata merupakan momentum bagi APH untuk mengungkap kasus lainnya terutama di Desa Pageralam.
“Inj tidaklah mengejutkan, pasalnya kejadian ini pernah terjadi beberapa bulan kebelakang jumlahnya adalah 52juta rupiah digunakan oleh bendahara untuk main judi slot, namun untuk kasus pertama keluarga dari bendahara mengganti uang tersebut sehingga kasusnya tidak sampai ke pihak penegak hukum, Ini menurut saya sangat janggal kenapa bendahara desa yang sudah cacat dalam pengelolaan uang desa masih saja oleh kepala Desa Pageralam sdr. Elon diberikan kepercayaann kembali untuk mengelola keuangan Desa” ujarnya kepada JPOL, Sabtu 31/12/2022.
“APH (Aparat penegak hukum) harus jeli melihat perkara ini dan momentum masuk memeriksa seluruh keuangan Desa tersebut, saya selaku direktur BUMDES Desa Pageralam pun menduga penyertaan modal untuk BUMDES Desa Pageralam tidak sesuai dengan faktual di lapangan, saya siap membantu APH untuk membongkar kasus lain di desa Pageralam termasuk keuangan BUMDES Desa Pageralam” imbuhnya.
Kasus ini terungkap setelah perangkat desa lainnya mencurigai AAR. Kasi Pelayanan Desa Pageralam Cecep Saepul Millah mengatakan AAR nekad melakukan aksinya karena kecanduan judi online.
“Sekali main klik slot paling kecil Rp 5 juta. Beda lagi dengan spin. Pelaku bisa membelinya hingga Rp 15 juta,” kata Cecep dikutip dari detikJabar, Kamis (29/12/2022).
Sementara itu Kepala Desa Pageralam Elon Ruslan mengatakan selain BLT uang yang digelapkan AAR merupakan dana untuk ketahanan pangan, siltap, posyantek, dan pipanisasi air bersih.
“Awal diketahuinya memang saat disuruh untuk mengambil uang ke bank, yang saat itu ditemani oleh staf desa dan supir. Dia mengaku terus-terusan sudah limited anggarannya hingga tidak bisa ditarik.”
“Senin kemarin disuruh lagi, malahan sampai dijemput ke rumahnya, sempat hilang. Taunya sebelum masuk bank, dia ngaku ke orang desa kalau uangnya dah habis dipakai judi online. Langsung aja dibawa ke kecamatan,” pungkasnya. [JP Team]










