Angka pengangguran di kabupaten Subang terbilang masih tinggi. Hal ini diakui Kepala Dinas Tenajakerja dan Transmigrasi Subang, Asep Nuroni. Di tahun 2017, angka pengangguran di Subang tercatat 70,194 orang. Angka yang cukup fantastis karena di atas angka rata-rata jumlah pengangguran di Jawa Barat. Dikalkulasikan hampir 10 persen dari total jumlah penduduk di Subang. Sementara angka pengangguran di Jawa Barat hanya 8,2 persen.
“Begitu tingginya angka pengangguran di Subang, bahkan di atas rata-rata angka pengangguran di Jawa Barat yang hanya 8,2 persen dari jumlah penduduk!” ungkap Asep Nuroni di acara Job Fair di SMK PGRI Subang. Rabu tanggal 7/3/2018.
Sementara itu, jumlah angkatan kerja tercatat di angka 703 ribu orang, jumnlah pencari kerja sendiri sebanyak 12.817 pada tahun 2017. Dia mengatakan, salah satu solusi mengurangi pengangguran yaitu dengan menyalurkan tenaga kerja kepada pihak perusahaan melalui acara Job Fair, bisa menyerap di angka 4 ribu tenaga kerja. Asep Nuroni juga menyatakan bahwa dalam beberapa waktu yang akan datang akan dilaksanakan acara serupa kembali di wilayah Subang Utara dan Barat. “Sehingga jangkauan pencari kerja akan lebih dekat” ujarnya.
PJS Bupati Subang, Dady Iskandar mengatakan, tingkat pengangguran dan kemiskinan tinggi berpengaruh terhadap faktor keamanan. Menurutnya, adanya kesenjangan informasi antara pencari kerja dan perusahaan. Sehingga perlu adanya sinergitas dalam rangka mengurangi pengangguran.
Ketua Forum Bursa Kerja khusus Kabupaten Subang, Epi Nurdin mengatakan, pengangguran di Subang perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu pihaknya pencari kerja dengan perusahaan.
Kepala SMK PGRI Subang, Hj Sri MUlyati mengatakan, upaya mengurangi pengangguran yakni melakukan Job Fair. (Ratna JP)










