Surbaya, JPMN – Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram resmi SMPN 39 Surabaya, @smpn39sbyofficial, baru-baru ini menjadi perbincangan warganet. Video tersebut menampilkan program unggulan sekolah berupa tidur siang bersama.
Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa tidur siang memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan fokus belajar, memperbaiki sel tubuh, menjaga daya tahan tubuh, serta mendukung daya ingat siswa.
Durasi dan Waktu Ideal Tidur Siang
Tidur siang yang dilakukan dengan durasi ideal 10–60 menit antara pukul 13.00 hingga sebelum pukul 15.00 dinilai efektif. Program ini dirancang untuk membantu siswa tetap bugar, fokus, dan siap menerima pelajaran. “Tidur siang dapat membuat otak lebih fokus, tubuh tumbuh kuat, memperbaiki sel-sel yang rusak, mengoptimalkan daya ingat, serta menjaga daya tahan tubuh,” tulis akun tersebut.
Namun, benarkah tidur siang pada rentang waktu tersebut baik untuk siswa sekolah menengah? Mari kita simak ulasannya.
Manfaat Tidur Siang Berdasarkan Penelitian
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tidur siang singkat, khususnya selama 20–30 menit, memiliki banyak manfaat. National Sleep Foundation menyebut durasi ini cukup untuk mengembalikan energi tanpa menyebabkan rasa pusing setelah bangun. Selain itu, sebuah studi dari University of Delaware yang dilakukan di China, negara dengan budaya tidur siang yang kuat, menemukan bahwa tidur siang selama 30–60 menit efektif meningkatkan fungsi neurokognitif remaja.
Penelitian juga mengungkapkan bahwa siswa yang rutin tidur siang memiliki kualitas tidur malam yang lebih baik. Tidur siang tidak hanya mendukung kognitif, tetapi juga membantu mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati siswa.
Batasan dan Fleksibilitas Tidur Siang
Tidur siang sebaiknya dilakukan sebelum pukul 15.00 untuk menghindari gangguan pada pola tidur malam. Johns Hopkins Medicine merekomendasikan durasi tidur siang optimal bagi remaja adalah 30–45 menit. Kebiasaan ini menjadi solusi yang baik untuk mengatasi kelelahan tanpa mengganggu siklus tidur malam.
Namun, penting untuk menyesuaikan kebutuhan tidur siang dengan kondisi individu. Jadwal akademik dan kegiatan ekstrakurikuler yang padat mungkin menjadi kendala bagi beberapa siswa untuk melaksanakan tidur siang secara rutin.
Program tidur siang yang diinisiasi SMPN 39 Surabaya menjadi langkah positif dalam mendukung kesehatan dan performa akademik siswa. Dengan durasi dan waktu yang tepat, tidur siang dapat meningkatkan fokus belajar, daya ingat, dan suasana hati siswa. Namun, kebiasaan ini perlu dilakukan secara fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Inisiatif ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah lain untuk mengembangkan program serupa, sehingga mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh.












