Tokoh Inspiratif Anak Subang Dari Pedagang Kaki Lima, Fauzi Nugraha, M.Pd Kini Menjadi Narasumber Parenting Nasional

oleh
oleh

Profil, JPMN – Di sebuah sudut kota Subang, nama Fauzi Nugraha mungkin pernah dikenal sebagai sosok pemuda yang gigih menjajakan pisang keju, bergelut dengan mesin konveksi, hingga sibuk di balik layar sebuah event organizer. Namun kini, pria yang akrab disapa Ayah Abatasa ini menempuh perjalanan yang berbeda. Ia berkeliling dari kota ke kota, bukan lagi untuk menawarkan barang, melainkan untuk “mengetuk” pintu hati para orang tua muda.

Semenjak hijrah dari kota Subang ke Bandung, nama lengkapnya Fauzi Nugraha, M.Pd.,Mf.Ply justru lebih akrab dipanggil “Ayah Abatasa” karena sesuai nama anak-anaknya yang berurutan sesuai huruf Hijaiyah, mulai dari Alif, Ba, Ta, Tsa, Jani, Hafidz, dan Khozawara. Saat memasuki ruang pelatihan yang dipandu oleh Ayah Abatasa, jangan harap Anda hanya akan duduk diam mencatat teori di slide powerpoint. Sebagai pembicara parenting yang “out of the box”, lewat metode PlayRenting Ayah Abatasa mengajak para orang tua “bermain” sambil belajar Parenting.

Suasana bisa berubah drastis dalam sekejap, mulai dari riuh rendah tawa saat game, lalu hening seketika berganti isak haru saat sesi bermain kartu Shortime Parenting Card, senyum puas bahagia penuh haru di akhir sesi.Hal inilah yang dirasakan oleh banyak orang tua. “Acara PlayRenting ini benar-benar berbeda. Tidak ada kesan menyalahkan atau menggurui seperti seminar parenting pada umumnya. Penyampaian Ayah justru terasa sangat relate dan berhasil mengajak kami semua bercermin pada diri masing-masing,” ungkap Ketua Komite SDI Annahl Tasikmalaya.

Hal serupa datang dari Kepala Sekolah SDIT Annuriyah Jakarta Selatan sempat terkejut melihat perubahan atmosfer para orang tua setelah sesi berakhir. “Awalnya ada yang skeptis, tapi Ayah Abatasa membawa suasana luar biasa. Orang tua pulang dengan wajah bahagia, sebuah perpaduan antara tawa dan air mata haru yang sangat membekas,” tuturnya.10 Menit Untuk Keluarga Bagi Ayah Abatasa, masalah utama orang tua hari ini bukanlah kurangnya kasih sayang, kurang ilmu parenting, melainkan “kualitas interaksi”. Di tengah hiruk-pikuk pekerjaan, ia menawarkan solusi yang dibutuhkan para pejuang rezeki yaitu Shortime Parenting.

Ia meyakini bahwa menjadi orang tua hebat tidak harus selalu soal menghabiskan waktu bersama 24 jam penuh. Cukup 10 menit sehari, namun dengan kualitas pengasuhan yang utuh dan metode yang tepat, tanpa distraksi dari gadget maupun pikiran pekerjaan walaupun hanya 10 menit inilah yang akan menjadi tabungan memori indah bagi anak hingga mereka dewasa nanti.Kini, dengan jejak langkah yang telah mencapai lebih dari 50 kota dan menyentuh ribuan keluarga, sosok lulusan Magister Pendidikan ini terus konsisten. Ia percaya bahwa rezeki yang berlimpah dan rumah yang penuh berkah selalu dimulai dari bagaimana cara kita mendidik dari hari kehari.

Bagi Ayah Abatasa, setiap orang tua punya kesempatan kedua untuk memperbaiki “akar” keluarga, agar kelak “buah” karakter anak-anak kita tumbuh manis dan menjadi generasi emas Indonesia di tahun 2045.[PR]

No More Posts Available.

No more pages to load.