Palangka Raya, JPMN – Peneliti Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban (PR KKP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ali Akbar, mengungkap temuan berharga berupa naskah manuskrip kuno warisan keislaman Kotawaringin di hadapan peserta seminar nasional. Acara tersebut digelar di Gedung IAIN Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bertepatan dengan rangkaian kegiatan MTQ XXXII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam seminar bertajuk “Manuskrip Kuno Al-Quran dan Kitab Maulid Nabi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah,” Ali menegaskan pentingnya pelestarian naskah-naskah ini. Ia mengungkap bahwa koleksi manuskrip yang meliputi Al-Quran dan Kitab Maulid Nabi Astana Mangkubumi di Pangkalan Bun dirawat dengan sangat baik.
“Kita sangat beruntung karena koleksi ini masih terjaga. Dengan demikian, masyarakat dapat menyaksikan warisan masa lalu Kerajaan Kotawaringin,” ujar Ali. Menurutnya, tidak banyak kerajaan di Nusantara yang memiliki koleksi manuskrip sebanyak yang ditemukan di Astana Mangkubumi.
Salah satu bagian penting dari koleksi tersebut adalah Naskah Yasin, yang memberikan gambaran tentang tradisi keislaman di masa Kerajaan Kotawaringin. “Naskah ini memperkaya pemahaman kita mengenai tradisi keagamaan, khususnya pembacaan Surat Yasin,” jelasnya.
Ali juga menyoroti aspek kodikologi manuskrip, yang mencakup kajian tentang bentuk fisik naskah. Koleksi Astana Mangkubumi, menurutnya, meliputi mushaf Al-Quran dan Kitab Maulid dari awal abad ke-20, baik dalam bentuk manuskrip maupun cetakan, serta naskah-naskah keagamaan lain dan dokumen surat-menyurat kerajaan.
Seminar tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Rektor IAIN Palangka Raya Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Kelembagaan, Ahmadi; Ketua MUI Kalimantan Tengah, Khairil Anwar; serta Ketua Pusat Kajian Al-Quran Kalimantan Tengah, Akhmad Supriadi. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya upaya kolektif dalam pelestarian warisan budaya dan keislaman di Kalimantan Tengah.
Temuan naskah ini tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah masa lalu, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang sangat berharga untuk generasi masa depan. Dengan pelestarian yang berkelanjutan, koleksi ini diharapkan dapat terus menjadi warisan yang menginspirasi masyarakat.











