Artikel, JPMN – Kota Cirebon, yang dikenal dengan tari topengnya, juga memiliki kekayaan budaya lainnya melalui Tari Sintren. Tarian ini merupakan bentuk kesenian tradisional yang sarat dengan unsur magis dan ritual, menjadikannya salah satu tarian yang paling unik di Jawa Barat.
Tari Sintren dibawakan oleh penari perempuan yang masih gadis dan dalam keadaan suci. Persiapan untuk menari melibatkan proses spiritual yang mendalam, di mana penari harus menjalani puasa sebagai bagian dari persiapan ritual. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa penari berada dalam kondisi yang murni dan siap secara spiritual untuk menyampaikan tarian yang penuh makna.
Pementasan Tari Sintren dimulai dengan ritual yang dipimpin oleh seorang dukun. Dukun akan membakar kemenyan dan membaca mantra-mantra tertentu, menciptakan suasana magis yang menyertai tarian. Setelah ritual tersebut, musik pengiring dimulai, dan penari mengenakan busana khusus serta kacamata hitam sebagai bagian dari kostum tradisional mereka.
Salah satu aspek unik dari Tari Sintren adalah penggunaan kurungan ayam. Penari dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang diikat. Dalam kurungan tersebut, penari melepaskan ikatan dan setelah kurungan dibuka, penari melakukan gerakan tari yang memukau. Selama pertunjukan, penonton melemparkan uang pada penari sebagai bentuk penghargaan, dan penari biasanya akan pingsan sebagai bagian dari proses tarian.
Setelah penari pingsan, ia akan mendatangi penonton yang memberikan uang sebagai ungkapan terima kasih, menandakan bahwa proses tarian telah selesai. Tradisi ini mencerminkan hubungan antara penari dan penonton dalam suasana magis dan ritualistik yang khas.
Tari Sintren tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi budaya dan spiritual yang mendalam. Dengan gabungan antara elemen magis dan ritual, tarian ini memberikan pengalaman yang unik bagi penonton serta mempertahankan warisan budaya Cirebon yang berharga. Sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, Tari Sintren terus dipertunjukkan dalam berbagai acara kebudayaan, memperkenalkan keindahan dan kekayaan tradisi Jawa Barat kepada publik.










