Artikel, JPMN – Kerajaan Tayan merupakan salah satu kerajaan yang terletak di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Sejarah kerajaan ini dimulai pada tahun 1780, dengan pendirian yang dipimpin oleh Gusti Likar, seorang putra dari Brawijaya, Raja Majapahit. Melalui perjalanan panjang, Kerajaan Tayan berkembang dan memiliki pengaruh yang signifikan di wilayah sekitarnya.
Asal Usul dan Pendiri Kerajaan
Gusti Likar, yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Tayan, meninggalkan Kerajaan Tanjungpura yang sering terlibat dalam peperangan. Bersama saudara-saudaranya, Gusti Likar mendirikan kerajaan ini dengan harapan menciptakan wilayah yang lebih aman. Ibu kota awalnya terletak di Teluk Kemilun, yang merupakan lokasi strategis untuk pengumpulan upeti dari daerah sekitar.
Pergantian Kekuasaan
Setelah Gusti Likar wafat, kekuasaan diambil alih oleh putranya, Gusti Gagok, yang bergelar Pangeran Manca Ningrat. Dalam masa pemerintahannya, ibu kota kerajaan dipindahkan ke Rayang. Setelah Gusti Gagok, Gusti Ramal naik tahta dengan gelar Pangeran Marta Jaya Kusuma, dan terus melanjutkan tradisi pemerintahan di Kerajaan Tayan.
Konflik dan Perjanjian
Masa pemerintahan Gusti Kamaruddin, yang dikenal sebagai Pangeran Suma Yuda, ditandai dengan konflik antara Kerajaan Tayan dan Kerajaan Pontianak. Selama periode ini, kerjasama dengan pihak Belanda mulai terjalin, dan perjanjian pertama kali diikat pada November 1822 oleh Panembahan Natakusuma.
Perkembangan Kerajaan
Seiring berjalannya waktu, Kerajaan Tayan mengalami berbagai perubahan pemerintahan. Gelar raja pun berganti dari satu generasi ke generasi lainnya. Setelah masa pemerintahan Gusti Muhammad Ali, yang menjadi Raja Tayan pada tahun 1880, Ibu kota dipindahkan ke Tayan, dan pembangunan keraton baru dilakukan untuk mendukung pusat pemerintahan.
Warisan Sejarah
Hingga saat ini, banyak peninggalan sejarah Kerajaan Tayan yang dapat ditemukan. Makam Raja-Raja Tayan, yang terletak di desa Kawat, menjadi salah satu tempat yang dilindungi. Selain itu, keberadaan masjid Jami’ dan meriam peninggalan VOC juga menjadi bagian dari warisan budaya yang penting.
Kesimpulan
Kerajaan Tayan merupakan contoh penting dari sejarah kerajaan di Kalimantan Barat. Melalui berbagai fase pemerintahan dan peristiwa, kerajaan ini menunjukkan dinamika kekuasaan yang kompleks. Meskipun telah melalui banyak perubahan, warisan dan pengaruhnya tetap dikenang dan dipelajari sebagai bagian dari sejarah Indonesia.










