Subang, JPOL – Tak tahan dengan polusi bau (maaf) tai ayam, puluhan warga dari 4 Desa geruduk peternakan PT Bounty Segar Indonesia di Kampung Cijuhung Desa Rawalele Kecamatan Dawuan Subang, 5/05/2020.
Warga sebelumnya sempat bermusyawarah dengan pihak PT Bounty namun dari yang dijanjikan pihak perusahaan tidak ada realisasinya.
“Kami warga merasa dipermainkan karena awalnya mereka berjanji sebelum puasa bau sudah hilang namun sampai saat ini bau tai ayam masih menyengat apalagi dibulan puasa ini selain menahan lapar dan dahaga kami dipaksa juga untuk menahan bau tai ayam” ujar H Harry kepada jabarpublisher.co.id
Warga akhirnya diterima oleh perwakilan pihak Perusahaan Rudi Agus Siswanto dan James U Mirlales, pihak PT Bounty dalam surat pernyataannya akan mengubur kotoran ayam, menyedot membuang sisa kotoran dan menunda produksi hingga bau hilang paling lambat tanggal 20 Mei 2020, surat pernyataan tersebut ditanda tangani dan bermaterai.

Rudi mengaku sudah berusaha menghilangkan bau tersebut “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin salah satunya dengan memberikan treatment namun memang belum maksimal’ ujarnya saat di hubungi JPOL.
Pantauan jabarpublisher.co.id bau busuk memang sangat tercium terutama di Kampung Cijuhung yang berdekatan langsung dengan peternakan PT Bounty, namun warga Desa Balingbing Kecamatan Pagaden Barat pun mengeluhkan bau padahal jarak dari Peternakan ke Desa Balingbing lumayan jauh.
Sementara itu Kepala Desa Rawalele Ir Uju Juanda bertahap pihak PT Bounty dapat segera mengantisipasi bau yang sangat mengganggu warga “Saya harap bisa segera mengatasi pecemaran baunya, dan terutama SOPnya mohon diperbaiki juga” pungkasnya. [HzH]










