Musim Hujan Warga Desa Manyeti Keluhkan Bau Kohe Dari Peternakan Sapi PT GDA

oleh
oleh

Subang, JPMN – Sejumlah warga Desa Manyeti Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang mengeluhkan bau Kohe ( Kotoran Hewan) yang diduga bersumber dari Peternakan yang dikelola oleh PT GDA (Global Dairi Alami) beralamat di Desa Manyeti Jalan Raya Subang Kalijati.

“Memang benar masih ada beberapa warga yang mengeluhkan bau kotoran sapi tepatnya yaitu RT 05, 17 dan 18 Desa Manyeti ini ” Ungkap Dadang Suherman selaku Ketua BPD (Badan Permusyawarahan Desa ) Manyeti kepada JPMN Rabu, 7/02/2024.

Namun menurut Dadang hal tersebut sudah di tanggapi langsung oleh PT GDA dan warga sudah menyampaikan keluhannya secara langsung.

Pantauan JPMN langsung dilapangan memang benar di 3 RT terdekat dengan PT GDA tersebut bau kotoran sapi tercium cukup “semriwing” meskipun angin tidak sedang bertiup ke pemukimam warga.

Salah satu Ketua RT setempat Gandi mengaku warga sudah pasrah dengan keadaan ini namun ia berharap agar PT GDA bisa menghilangkan polusi bau kotoran sapinya seminimal mungkin.

“Ya mau bagaimana lagi pabrik kini sudah berdiri warga hanya bisa mengeluh dan pasrah meskipun memang kami di 3 wilayah RT terdekat ke area pabrik ini mendapatkan kompensasi langsung dari PT GDA namun tetap kami inginnya hidup normal tanpa ada polusi bau kotoran sapi yang tercium”, Ungkapnya.

Gandi menceritakan pernah suatu ketika ada acara keagamaan dilingkungannya yang pas pada saat pembagian snack lalu tercium bau kotoran yang cukup menyengat.

“Ia benar itu suatu waktu kami lagi memperingati isra Miraj atau rajaban pas suatu ketika panitia selesai membagikan makanan itu seuuppp terciumlah aroma yang sangat bau mungkin pada saat itu di area peternakan sedang membersihkan kotorannya atau mengolahnya kami kurang tau yang pasti sebagian besar warga tidak jadi untuk menyantap makanannya” imbuhnya.

Sementara itu Yayat Ketua RT 05 Kampung Cikadu Desa Manyeti berharap agar PT GDA juga lebih memperhatikan hak hak warga sekitar selain mendapatkan kompensasi.

“Penyerapan tenaga kerja lokal pun sangat minim apalagi pas awal berdiri PT GDA itu kita selaku warga terdekat sangat susah untuk diterima bekerja, sekarangpun bisa dihitung jari warga kami yang bisa mendapatkan kerja disitu” Pungkasnya kepada JPMN. [Hz]

No More Posts Available.

No more pages to load.