Jakarta, JPMN – Aktris dan model ternama Raline Shah kini menjadi sorotan publik setelah resmi dilantik sebagai Staf Khusus (Stafsus) Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, pada Senin (13/1/2025). Penunjukan ini menambah daftar panjang prestasi wanita kelahiran 4 Maret 1985 yang dikenal multitalenta.
Raline, yang memiliki nama lengkap Raline Rahmat Shah, dipercaya menjabat sebagai Stafsus bidang kemitraan global dan edukasi digital. Dalam perannya ini, ia mengemban tugas penting, yaitu membangun kerja sama antarnegara dalam bidang digital serta memajukan edukasi digital di Indonesia.
Raline Shah memiliki latar belakang budaya yang kaya. Sang ayah, Rahmat Shah, memiliki darah campuran India, China, dan Batak, sementara ibunya, Roseline Rahmat, berdarah Pakistan, Melayu, dan Jawa. Dengan perpaduan budaya ini, Raline tumbuh menjadi sosok yang terbuka terhadap keberagaman, yang menjadi bekal kuat dalam membangun jejaring global.
Sebagai lulusan National University of Singapore pada tahun 2008, Raline mengantongi dua gelar di bidang ilmu politik, media, dan komunikasi baru. Pendidikan tinggi tersebut menjadikannya mahir berkomunikasi, yang tentunya sangat relevan dengan tugas barunya.
Melalui akun Instagram pribadinya, @ralineshah, Raline aktif membagikan kegiatannya, termasuk video terbaru yang menunjukkan dirinya memberikan kata sambutan atas nama Kementerian Komunikasi dan Digital. Hal ini membuktikan bahwa Raline langsung beradaptasi dengan ritme kerja pemerintahan usai dilantik.
Sebagai Stafsus Menkomdigi, Raline berhak menerima gaji yang terdiri dari gaji pokok sesuai golongan IV/e, berkisar antara Rp3.880.400 hingga Rp6.373.200, serta tunjangan mencapai Rp20.695.000. Dengan demikian, total gaji yang diterimanya berada di rentang Rp24.830.400 hingga Rp27.323.200 per bulan.
Penunjukan Raline Shah sebagai Stafsus Menkomdigi diharapkan membawa angin segar bagi kerja sama internasional di bidang digital. Dengan pengalaman dan kecakapannya, Raline diyakini mampu mengembangkan inovasi dan menjadikan Indonesia lebih kompetitif di era digitalisasi global.










