BANDUNG, JPMN – Sebuah pasar modern di Soreang, Bandung, kini nasibnya berakhir tragis dengan penutupan permanen. Pasar yang awalnya dibangun dengan harapan menjadi pusat perdagangan ikan terbesar di Bandung Raya, kini terbengkalai tanpa aktivitas jual beli.
Pembangunan pasar ini menghabiskan dana besar mencapai Rp28 miliar, namun kini hanya menyisakan kenangan.
Pasar yang dimaksud adalah Pasar Ikan Modern Sabilulungan Soreang. Pasar ini resmi ditutup pada awal Desember 2023, setelah beroperasi sejak Oktober 2019. Penutupan ini disebabkan oleh habisnya masa kontrak dengan pengelola.
Sejak saat itu, pasar ini tidak lagi menjalankan fungsinya dan dibiarkan terbengkalai, dengan rumput liar yang kini menutupi sebagian besar area pasar.
Sejarah Singkat dan Tujuan Pembangunan
Pasar Ikan Modern Sabilulungan Soreang dibangun pada era kepemimpinan Bupati Bandung, Dadang Naser. Pasar ini disiapkan untuk menyaingi penjualan ikan di Pasar Induk Caringin dan diharapkan menjadi pusat penjualan ikan laut terbesar di Bandung Raya. Dengan sumber daya laut yang melimpah, pasar ini digadang-gadang akan menjadi pasar ikan termurah. Hal ini dimungkinkan karena pengiriman ikan tidak lagi melewati Pasar Ikan Muara Baru di Jakarta, tetapi langsung menuju Kabupaten Bandung.
Pasar ini menyediakan berbagai macam ikan laut dan sayuran yang segar. Pedagang di pasar ini tidak hanya berasal dari wilayah Bandung, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya, mengingat potensi besar yang ditawarkan oleh Pasar Ikan Modern Sabilulungan Soreang.
Alasan Penutupan
Penutupan pasar ini terjadi akibat habisnya masa kontrak pengelolaan dengan pihak pengelola. Tanpa adanya perpanjangan kontrak atau pengelola baru yang siap mengambil alih, pasar ini harus ditutup dan dibiarkan terbengkalai. Penutupan ini tentu menjadi pukulan berat bagi para pedagang yang sebelumnya bergantung pada aktivitas jual beli di pasar tersebut.
Kondisi Terkini
Saat ini, kondisi Pasar Ikan Modern Sabilulungan Soreang sangat memprihatinkan. Tidak ada lagi aktivitas jual beli yang terlihat, dan bangunan pasar yang megah itu kini ditutupi oleh rumput-rumput liar. Keadaan ini sangat kontras dengan harapan awal saat pasar ini dibangun, di mana pasar ini diharapkan menjadi pusat ekonomi yang hidup dan dinamis.
Kisah Pasar Ikan Modern Sabilulungan Soreang menjadi pelajaran penting tentang perencanaan dan keberlanjutan proyek-proyek besar. Harapan besar dan investasi yang tidak sedikit harus diimbangi dengan manajemen yang baik agar dapat terus beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kini, yang tersisa dari pasar modern ini hanyalah kenangan dan pelajaran bagi pembangunan di masa depan.










