BANDUNG, JPMN – Dengan rambut gondrong, kumis dan janggut yang tebal, serta postur tubuh yang gagah, Ono Surono sering kali dibandingkan dengan tokoh fiksi terkenal, John Wick, yang diperankan oleh Keanu Reeves.
Penampilannya yang sangar dan misterius ini membuatnya dikenal luas, namun sejatinya, Ono adalah seorang politisi dan tokoh koperasi yang berasal dari Indramayu, Jawa Barat.
Lahir dalam keluarga sederhana, Ono adalah putra dari Mustakim, seorang guru SD dan aktivis koperasi, serta Siti Markhumah, seorang pedagang. Sejak kecil, Ono dibesarkan dengan nilai-nilai koperasi dan ekonomi kerakyatan yang mendalam. Ia menghabiskan masa kecil dan remajanya di Indramayu, sebelum melanjutkan pendidikan ke Jakarta dan lulus dari SMA Negeri 87 Jakarta Selatan.
Melanjutkan pendidikannya di Universitas Trisakti dan Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon, Ono akhirnya meraih gelar sarjana di bidang Teknik Arsitektur. Namun, meskipun pendidikan formalnya berada di luar sektor koperasi dan perikanan, ia tetap memiliki kecintaan mendalam terhadap bidang tersebut.
Sejak usia 17 tahun, Ono sudah menjadi anggota koperasi dan bekerja di koperasi pada usia 22 tahun. Pada usia 35 tahun, ia diangkat sebagai Ketua Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra Indramayu dan kemudian menjadi Ketua Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Mina Laksana Mukti Jawa Barat dua tahun kemudian.
Prestasinya terus berkembang, dan pada usia 41 tahun, Ono terpilih sebagai Ketua Induk Koperasi Perikanan Indonesia (IKPI). Dalam gerakan koperasi, ia pernah menjabat sebagai pengurus di berbagai tingkatan, mulai dari Dekopinda Indramayu, Dekopinwil Jawa Barat, hingga Dekopin Pusat.
Kini berusia 50 tahun, Ono masih memiliki semangat tinggi dalam memajukan koperasi dan perikanan. Ia aktif sebagai Penasehat di Induk Koperasi Perikanan Indonesia dan Dekopin Pusat, berfokus pada misi menyejahterakan masyarakat. Pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional 2023, Ono mendapatkan Penghargaan Pengabdian Seumur Hidup (Lifetime Achievement Award) dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono juga berkontribusi dalam pemikiran dan kerja lapangan untuk mewujudkan Ekonomi Pancasila atau Ekonomi Gotong Royong. Bukunya yang berjudul “Koperasi Nelayan, Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Tangkap Berbasis Ekonomi Gotong Royong” mencerminkan dedikasinya terhadap koperasi dan perikanan.
Tidak hanya meraih berbagai penghargaan, Ono juga aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat. Ia mengunjungi petani hortikultura di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, memberikan pembinaan teknis, serta berdiskusi dengan pemuda di Cileunyi, Kabupaten Bandung, tentang kesehatan Sungai Citarum.
Sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono juga menjadi salah satu calon potensial dalam Pilgub Jabar 2024. Meski belum mengambil keputusan final, Ono terus berkomunikasi dengan partai dan menyampaikan visi misinya kepada masyarakat. Dengan semangat yang tak pernah padam, Ono Surono berusaha untuk terus bergerak dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Jabar.
“Saat ini saya masih menunggu keputusan. Tapi sembari menunggu, saya terus bergerak dan berkomunikasi dengan masyarakat. Mudah-mudahan masyarakat juga diberikan informasi dan sosialisasi tentang berbagai figur, termasuk Ono Surono,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Sumber: detikJabar












