Subang, JPMN – Raja Lembaga Adat Karaton Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, menyampaikan himbauan kepada Mendagri, untuk segera menarik mundur PJ Bupati Subang. Hal ini menyusul sikap Bupati Subang yang dianggap Evi tidak mencerminkan sikap kepemimpinan dan juga mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak Rasional, yaitu dengan memberangkatkan seluruh Pejabat di Lingkungan Pemkab Subang, termasuk para Camat dan Kepala Dinas, dalam Tour ke Jogja dan Solo, Selasa (14/5/24).
“Kemarin kan Gubernur baru saja mengeluarkan surat edaran agar siswa-siswi di Jawa Barat sebaiknya tidak melaksanakan tour ke luar kota, ini Pj Bupati Subang kok berani-beraninya memberikan contoh yang tidak pantas dengan tetap memberangkatkan rombongan tour para pejabat ke Jogja dan juga Solo?,” ungkap Evi kepada wartawan.
Evi menjelaskan, bahwa bupati selaku pimpinan daerah sepatutnya memberikan contoh yang mencerminkan perilaku yang diinginkan dari orang-orang yang dipimpinnya.
“Meminta anak-anak sekolah stop study tour, tapi dirinya malah melakukan touring yang menghabiskan anggaran dan kebijakan yang tidak rasional? Itu uang sebanyak itu semuanya dihamburkan di Jogja dan Solo, sementara di Subang sendiri masih banyak masalah-masalah yang perlu diperhatikan dengan kebijakan anggaran yang lebih rasional,”prihatin Evi.
Evi menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mendengar alasan Bupati tetap menjalankan kegiatan Tour ke Jogja dan juga ke Solo.
“Katanya mengikuti agenda Nasional dan juga program kerjasama untuk peningkatan Ekonomi Daerah. Kalau memang itu programnya, kenapa harus Tour dan Rombongan besar? Kenapa tidak mengirim delegasi perwakilan saja untuk tandatangan MoU? Kan bisa? Kami rasa ‘Agenda Nasional’ ini hanya dijadikan tunggangan saja, kenyataannya: study Tour! Seperti anak TK Saja,”lanjut Evi.
Evi menghimbau, agar Mendagri segera menarik mundur Pj Bupati Subang, sebelum warga masyarakat subang semakin tersinggung dengan kebijakan-kebijakan Pj Bupati yang diyakini Evi melukai hati masyarakat subang.
“Anak-anaknya dilarang tour, eh bapaknya kok malah asik-asikan tour membawa rombongan besar, ini sudah nir-empathy!,”tandasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Subang Imran menyampaikan bahwa kehadirannya bersama para pejabat subang lainnya dalam rangka mengikuti event nasional parade mobil hias dengan tema Kriya dan Budaya di Surakarta Solo, Jawa Tengah.
Event yang diselenggarakan dalam rangka HUT Dekranas ke-44 tersebut diikuti lebih dari 100 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari kota/kabupaten dan provinsi. Salah satunya mengikuti parade mobil hias.
Imran menilai acara tersebut penting sebagai ajang mengenalkan Subang. Apalagi yang hadir berasal dari seluruh Indonesia.
“Ini merupakan salah satu ajang untuk mempromosikan Kabupaten Subang. Kita kenalkan Kabupaten Subang melalui event ini. Agar nama Subang semakin dikenal,” ujarnya.
“Kita coba tampilkan potensi Kabupaten Subang dari mulai utara hingga selatan termasuk seni budayanya” lanjutnya.
Dirinya berharap event seperti ini ke depan juga bisa digelar di Kabupaten Subang.[Hz]












