Bekasi, JPMN – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus meningkat di Kota Bekasi, terutama menyerang kelompok balita dan lanjut usia (lansia). Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi, sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 253.337 kasus ISPA. Data ini dihimpun dari laporan seluruh puskesmas dan rumah sakit di wilayah tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Fikri Firdaus, menjelaskan bahwa balita dan lansia termasuk dalam golongan rentan karena daya tahan tubuh mereka yang lemah. Hal ini menyebabkan mereka lebih mudah terpapar penyakit, termasuk ISPA.
“Anak di bawah 5 tahun dan dewasa di atas 60 tahun banyak terkena ISPA sepanjang 2024. Mereka ini kategori kelompok rentan yang imunnya lemah,” kata Fikri dalam wawancara dengan media, Senin (20/1/2025).
Meskipun jumlah kasusnya tinggi, sebagian besar kasus ISPA di Kota Bekasi tergolong ringan. Fikri menyebutkan bahwa kondisi seperti batuk atau pilek dapat termasuk dalam kategori ISPA akut.
Faktor Penyebab ISPA
Fikri menyoroti dua faktor utama penyebab tingginya kasus ISPA di Kota Bekasi. Pertama, dampak fenomena El Nino yang memicu berbagai wabah penyakit, termasuk ISPA. Kedua, buruknya kualitas udara di wilayah tersebut.
“Pada 2024, udara Kota Bekasi diketahui mengandung timbal yang tinggi, sehingga berdampak pada kesehatan pernapasan warga,” ujarnya.
Langkah Pencegahan
Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi paparan polusi udara. Selain itu, penggunaan masker di luar ruangan dan menjaga kebersihan lingkungan dapat membantu mengurangi risiko ISPA.
Dengan upaya pencegahan yang lebih serius, diharapkan angka kasus ISPA di Kota Bekasi dapat ditekan, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti balita dan lansia.












