JAKARTA, JPMN – Pakar di Harvard University, AS, telah mencapai terobosan signifikan dalam pemetaan otak manusia yang diklaim sebagai yang terlengkap hingga saat ini.
Pemetaan ini melibatkan analisis sampel otak yang dipotong menjadi beberapa bagian tipis menggunakan pisau, kemudian dimasukkan ke dalam resin keras dan diiris lagi menjadi sangat tipis.
Profesor Jeff Lichtman, dari Harvard, menjelaskan bahwa ketebalan irisan ini sekitar 30 nanometer, atau sekitar 1.000 kali lebih tipis dari ketebalan rambut manusia. Proses ini memerlukan penggunaan logam berat untuk membuat sampel terlihat saat dilakukan pencitraan elektron.
Dalam penelitian ini, tim Harvard yang dipimpin oleh Lichtman bekerja sama dengan perusahaan teknologi, Google. Sampel otak dipotong menjadi irisan tipis menggunakan selotip khusus, dan hasilnya adalah model 3D interaktif dari jaringan otak serta kumpulan data terbesar yang pernah dibuat mengenai struktur otak manusia.
Lichtman menjelaskan bahwa dengan mengambil gambar dari setiap bagian dan menyelaraskannya, mereka dapat menghasilkan potongan tiga dimensi otak pada tingkat mikroskopis. Proyek pemetaan ini dimulai 10 tahun lalu ketika Lichtman menerima fragmen kecil sampel otak di laboratoriumnya. Meskipun kecil, sampel tersebut memiliki jaringan yang kompleks, termasuk ribuan sel, saluran darah, dan jutaan sinapsis.
Kolaborasi antara tim Harvard dan Google menghasilkan gambar berwarna yang memperjelas setiap komponen, sehingga memberikan gambaran representatif yang lebih akurat dari jaringan otak. Ilmuwan di Google bahkan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi jenis sel dalam gambar-gambar tersebut.
Menurut para peneliti, pemetaan otak dengan tingkat detail ini sangat membantu dalam memahami kondisi medis yang kompleks. Dari penelitian ini, mereka berhasil mengumpulkan 1.400 terabyte data, yang setara dengan lebih dari 1 miliar buku tentang pemetaan otak yang sangat rinci.
Sumber: CNN Indonesia








