Erupsi Gunung Semeru, Warga Diminta Waspada dan Hindari Area Tertentu

oleh
oleh
Gunung Semeru mengalami erupsi pada hari Kamis ( 30/1/2025) (Foto: magma.esdm.go.id)
Gunung Semeru mengalami erupsi pada hari Kamis ( 30/1/2025) (Foto: magma.esdm.go.id)

Lumajang, JPMN – Gunung Semeru mengalami erupsi pada Kamis pagi, 30 Januari 2025, sekitar pukul 07:15 WIB. Berdasarkan laporan dari Petugas Pengamatan Gunung Api Semeru, Liswanto, tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak, atau sekitar 4276 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu yang dikeluarkan berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, dan teramati mengarah ke timur laut. Hingga laporan ini diturunkan, erupsi Gunung Semeru masih terus berlangsung.

Liswanto mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara gunung, terutama di sepanjang Besuk Kobokan yang berjarak sekitar 8 km dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari area sekitar 500 meter dari tepi sungai, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, karena wilayah tersebut berpotensi terdampak oleh perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 13 km dari puncak.

Pihak berwenang juga memperingatkan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Wilayah tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang bisa berbahaya bagi keselamatan.

Liswanto menambahkan bahwa masyarakat perlu waspada terhadap potensi bahaya lain seperti awan panas guguran, guguran lava, dan lahar, yang dapat meluas sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung. Khususnya, wilayah yang berada di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta potensi lahar pada anak-anak sungai yang ada di sekitar kawasan tersebut.

Pihak berwenang mengimbau agar masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi terkini dan selalu waspada terhadap perubahan aktivitas gunung api Semeru.

No More Posts Available.

No more pages to load.