Belum lama kita dikejutkan oleh serangan saiber berbentuk ransomware bernama WannaCry, baru-baru ini telah hadir kembali serangan saiber dengan metode serupa, kali ini ransomware tersebut bernama Petya.
Seperti yang kami rangkum melalui Softpedia, serangan ransomware model baru ini telah menyerang ratusan komputer yang ada di sejumlah organisasi dan perusahaan di Eropa, salah satu korbannya adalah komputer yang digunakan untuk memantau nuklir Chernobyl. Menurut media pemerintah Ukraina, beberapa pemeriksaan radiasi di lokasi bencana nuklir Chernobyl di Ukraina harus dilakukan secara manual sebagai akibat dari serangan tersebut.
Saat tulisan ini kami buat, belum ada informasi yang jelas apakah ransomware model baru ini merupakan pengembangan dari ransomeare WannaCry yang beredar beberapa waktu lalu atau bukan. Namun menurut perusahaan anti-virus Kapersky, selama petang kemarin ransomeware Petya ini telah menyerang sedikitnya 2,000 komputer di kawasan Eropa.
Serangan saiber ini bermulai di Ukraina, Denmark dan Rusia pada Selasa (27/06), antara lain menargetkan perusahaan, bank dan kantor pemerintah, sebelum mencapai negara-negara Eropa lainnya.
Sama seperti serangan sebelumnya, serangan yang dilakukan oleh ransomware Petya ini juga masih menjadikan Windows sebagai targetnya. Namun sejauh ini belum ada informasi detail mengenai versi Windows mana saja yang berpotensi untuk terjangkit ransomware ini.
Raksasa pelayaran Denmark Maersk, perusahaan minyak Rosneft Rusia, agen periklanan WPP Inggris dan kelompok industri Prancis Saint-Gobain mengatakan bahwa mereka diserang dan memasang protokol perlindungan untuk menghindari kehilangan data.
Salah satu negara yang terkena dampaknya adalah Ukraina, di mana intrusi serius di jaringan listrik, bank dan kantor pemerintah berpengalaman. Bandara Boryspil di ibukota, Kiev, juga terpengaruh.
Kita semua berharap bahwa malware Petya tersebut bisa segera dihentikan sehingga tidak terjadi penyebaran secara masal, karena Ransomware Petya dapat melumpuhkan seluruh sistem komputer, berbeda dengan ransomware WannaCry yang hanya menyerang dokumen di komputer.
Dari berbagai sumber











