Setelah sebelumnya kita dihebohkan dengan malware WannaCry, kini ada malware baru yang menyebar melalui akun Instagram selebriti terkenal, malware atau program jahat itu dikenal dengan nama Turla.
Seperti yang kami rangkum melalui laman Business Insider disebutkan bahwa akun instagram selebriti yang digunakan untuk penyebaran virus itu dimiliki oleh sang penyanyi Britney Spears, malware itu masuk dan menyebarkan dirinya melalui komentar yang ada di akun milik penyanyi asal Amerika tersebut.
Karena bentuknya yang berupa komentar, orang akan mengira bahwa itu merupakan komentar spam biasa, namun jika pengguna mengklik komentar tersebut, maka calon korban akan diarahkan ke sebuah website yang menyimpan malware tersebut. Belakangan juga diketahui bahwa malware tersebut tidak hanya bersemayam pada akun milik Britney Spears, namun juga akun yang lainnya.
Untuk mengetahui apakah sebuah komentar telah disisipi Turla, kita hanya tinggal mencari komentar dengan nama pengguna ‘asmith215’, namun saat tulisan ini kami buat, komentar tersebut telah dihapus, salah satu dari isi komentar yang ada memiliki karakter ‘2kdhuHX’ yang jika dilihat sekilas tidak memiliki arti apa-apa, namun sebenarnya itu merupakan short link atau tautan singkat yang mengarahkan pengguna untuk masuk ke halaman malware tadi.
Halaman malware tersebut merupakan tempat malware itu bersemayam dan melakukan aksinya untuk menyebarkan program jahat pada semua pengguna yang meng-klik pesan tersebut. Untuk selanjutnya, jika malware atau program jahat itu sudah masuk ke komputer korbannya maka sang peretas akan dengan sangat mudah dan leluasa melakukan sejumlah perintah secara remote ke komputer korban.
Dari sumber yang sama juga disebutkan bahwa Turla sebenarnya merupakan nama kelompok peretas komputer yang diyakini ada hubungannya dengan pemerintah Rusia, dimana kelompok peretas ini telah menargetkan aksinya untuk menyerang pemeritahan asing, institusi pendidikan, militer dan lainnya.
Pihak Eset, perusahaan anti-virus yang pertama kali menemukan malware ini menyebutkan bahwa group peretas Turla ini sudah aktif di dunia maya sejak tahun 2014 lalu dengan menyerang situs-situs penting yang sering dikunjungi oleh korban.
via BusinesInsider










