Jakarta, JPMN – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, dengan tegas menyatakan bahwa konser ‘Music of the Spheres World Tour’ Coldplay di Jakarta akan tetap dilaksanakan meskipun menghadapi ancaman pembakaran panggung oleh sekelompok massa.
Hanya sehari sebelum konser perdana Chris Martin dan kawan-kawan di Indonesia, Sandiaga mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi potensi gangguan pada salah satu konser yang paling dinanti di Tanah Air ini.
“Ya, kita berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar konser ini berjalan dengan nyaman, aman, dan menyenangkan,” ujar Sandi di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Senin kemarin, dikutip dari laman CNBC, Selasa (14/11/2023).
Meskipun Sandi menghormati berbagai pendapat terkait kedatangan Coldplay ke Indonesia, termasuk penolakan sebagian pihak, ia menegaskan bahwa konser tersebut tidak dapat dibatalkan.
“Semua keinginan untuk mengungkapkan pendapat telah terfasilitasi dan tentunya kita hormati, tapi konser ini semua sudah sangat menunggu dan sudah masuk dalam kaidah koridor hukum kita, maka semua pihak kita ajak untuk menyukseskan konser Coldplay,” jelas Sandi.
Lebih lanjut, Menparekraf meminta promotor untuk mempersiapkan konser dengan matang agar tidak terjadi masalah apapun saat dan setelah konser dilaksanakan. Sandiaga Uno menekankan bahwa konser Coldplay memiliki dampak besar bagi perekonomian Indonesia.
“Persiapan dan konsernya ini harus berlangsung dengan lancar karena ada beberapa konser dalam beberapa hari terakhir mengalami kendala,” tegas Sandi.
Melalui konser yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sandi menargetkan keuntungan hingga sekitar US$75 juta atau sekitar Rp1,17 triliun dari total 60 ribu hingga 80 ribu penonton.
“Sama seperti awal prediksi kami, US$1.000 hingga US$1.500 per pax. Jadi, kalau kita lihat ada total 80 atau 60 ribu yang kita targetkan untuk penonton maka kita mungkin bisa melihat angka [pendapatan] antara US$70 sampai US$75 juta,” ungkap Sandi.
Meskipun sebelumnya konser Coldplay di Jakarta ditolak oleh sebagian massa dengan ancaman membakar panggung, Sandiaga Uno bersikeras untuk memastikan bahwa konser tersebut berlangsung dengan sukses, tanpa kendala yang dapat merugikan ekonomi Indonesia.










