BSSN Kawal Kerahasiaan Data Tunggal Nasional Sesuai Arahan Presiden Prabowo

oleh
oleh
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi (berbicara di mikrofon) usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/2/2025) (Foto: RRI/Josua Sihombing)

Jakarta, JPMN – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, mendapat mandat penting dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengawal kerahasiaan data tunggal nasional. Instruksi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 4 Tahun 2025 yang mengatur sistem digitalisasi data terpadu untuk mendukung berbagai program pemerintah.

Dalam keterangannya usai pelantikan sebagai Kepala BSSN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/2/2025), Nugroho menegaskan bahwa BSSN memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan, integritas, dan ketersediaan data tunggal nasional. Langkah ini bertujuan agar data tersebut dapat digunakan secara optimal untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan di masa mendatang.

“BSSN ditekankan untuk dapat mengawal kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data sebagaimana yang seharusnya. Sehingga, data itu dapat betul-betul digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan pembangunan ke depan,” ujar Nugroho.

Selain menjaga keamanan data, BSSN juga berperan dalam memastikan tidak adanya perbedaan dalam sinkronisasi data tunggal nasional. Dengan demikian, data ini diharapkan dapat menjadi referensi utama bagi seluruh kementerian dan lembaga dalam menjalankan program-program pemerintah.

“Seperti yang lalu-lalu arahannya ada perbedaan data. Harapannya dengan adanya satu data ini, semua punya referensi yang sama,” tambahnya.

Data tunggal nasional ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam perumusan kebijakan serta pelaksanaan program pemerintah. Dengan pengawalan ketat dari BSSN, sistem digitalisasi data ini diyakini akan lebih aman, akurat, dan dapat diandalkan dalam berbagai sektor pembangunan nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.