Jakarta, JPMN – Google telah mengumumkan rencananya untuk membersihkan akun yang tidak aktif atau nganggur mulai Desember 2023. Praktik penghapusan ini akan dimulai bulan depan dan melibatkan akun-akun Google yang tidak aktif selama dua tahun atau lebih, termasuk akun Gmail, Drive, Photos, dan layanan lainnya.
Tindakan ini diambil oleh Google sebagai langkah untuk meningkatkan keamanan, mengingat akun yang tidak aktif dapat menjadi target risiko keamanan, seperti diretas.
Sebelumnya, Google hanya menghapus konten yang disimpan di akun non-aktif, namun mulai bulan depan, akun-akun semacam itu akan dihapus secara permanen. Keputusan ini diambil untuk mencegah risiko keamanan yang mungkin timbul dari akun yang tidak terawat. Namun, pengguna yang ingin mempertahankan akunnya dapat mengambil langkah-langkah tertentu.
Menurut informasi yang dihimpun dari Android Authority pada Jumat, 10 November 2023, pengguna yang memiliki akun Google yang masuk kategori akan dihapus dapat melakukan beberapa aktivitas di akun tersebut.
Langkah-langkah tersebut mencakup login ke akun, membaca e-mail, menggunakan Drive, melakukan pencarian melalui Search, login dengan akun tersebut untuk layanan pihak ketiga, dan aktivitas lainnya. Aktivitas-aktivitas ini perlu dilakukan agar Google menganggap akun masih aktif dan tidak masuk dalam kategori yang akan dihapus.
Proses penghapusan akun tidak aktif akan berlangsung secara bertahap, dengan akun yang tidak pernah digunakan menjadi target utama. Selanjutnya, akun personal yang tidak aktif selama dua tahun atau lebih akan menjadi target selanjutnya.
Penting untuk dicatat bahwa kebijakan penghapusan ini tidak berlaku untuk akun yang dimiliki oleh organisasi seperti sekolah atau bisnis. Google juga membuat pengecualian untuk akun yang memiliki video di YouTube dari tindakan penghapusan.
Keputusan Google untuk menghapus akun yang nganggur ini juga didasarkan pada keamanan pengguna. Google melihat bahwa pengguna sering tidak menggunakan otentikasi dua faktor dan masih menggunakan kata sandi lama, meningkatkan risiko serangan seperti pembajakan atau phising pada akun yang jarang digunakan.
Dalam pengumuman sebelumnya, Google menyatakan, “Setelah akun disusupi, akun itu bisa dipakai untuk apa saja, mulai dari pencurian identitas hingga digunakan sebagai vektor untuk konten yang tidak diinginkan, atau bahkan berbahaya seperti spam.”
Google mendorong pengguna untuk sering mengakses akun mereka sebagai tindakan pencegahan. Kebijakan serupa sebelumnya juga diterapkan untuk layanan Google Photos pada November 2020. Jadi, untuk memastikan bahwa data dan akun Anda tetap aman, pastikan untuk melakukan aktivitas di akun Google Anda secara teratur.










